![]() |
| Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, SE, M.Sos Saat Sambut Kafilah MTQ Kubu Raya |
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) –
Torehan prestasi gemilang Kafilah Kabupaten Kubu Raya yang berhasil meraih Juara
Umum MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat mendapat apresiasi penuh dari
Bupati Kubu Raya, Sujiwo.
Di balik keberhasilan tersebut,
Sujiwo berharap pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi
Kalimantan Barat ke depan dapat semakin profesional, transparan dan bertanggung
jawab. Terlebih, pelaksanaan MTQ berikutnya akan berlangsung di Kota Pontianak.
Sujiwo menyampaikan, evaluasi
terhadap penyelenggaraan MTQ perlu terus dilakukan agar kompetisi tidak hanya
menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mampu melahirkan qori dan qoriah terbaik
yang dapat mengharumkan nama Kalimantan Barat di tingkat nasional.
“Harapan saya kepada LPTQ
Provinsi, proses kompetisi MTQ ini dapat dilaksanakan secara profesional dan
bertanggung jawab,” ujar Sujiwo Saat menyambut Kedatangan Kafilah Kubu Raya di
Aula Kantor Bupati, Minggu (9/8/2026).
Tidak hanya soal profesionalitas
penyelenggaraan, Sujiwo juga mengungkapkan adanya aspirasi dari sejumlah kepala
daerah agar pelaksanaan MTQ tingkat provinsi dapat digelar dua tahun sekali.
Menurutnya, dengan jeda waktu
yang lebih panjang, setiap daerah memiliki kesempatan mempersiapkan kafilah
secara lebih matang. Persiapan pembinaan, pelatihan hingga regenerasi qori dan
qoriah pun diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan.
“Ada keinginan teman-teman kepala
daerah agar bisa dilaksanakan dua tahun sekali,” katanya.
10 Tahun Menanti, Kemenangan
Disambut Meriah
Keberhasilan Kubu Raya merebut
gelar juara umum MTQ tingkat Provinsi Kalbar juga menjadi momentum istimewa.
Pasalnya, gelar tersebut telah dinantikan masyarakat Kubu Raya selama kurang
lebih 10 tahun.
Antusiasme masyarakat bahkan
terlihat saat para qori dan qoriah kembali ke Kubu Raya. Sejumlah pihak
menginisiasi penyambutan dan arak-arakan sebagai bentuk penghargaan atas
perjuangan para kafilah selama mengikuti kompetisi.
Sujiwo mengapresiasi keinginan
para qori-qoriah yang meminta adanya penyambutan ketika tiba di Kubu Raya.
Meski berlangsung sederhana dan spontan, menurutnya penyambutan tersebut
memiliki makna besar bagi para kafilah.
“Itu bentuk penghargaan atas
perjuangan mereka. Meski sederhana dan spontan, saya kira ini menjadi
kebahagiaan tersendiri bagi para kafilah,” ungkapnya.
Sujiwo berharap berbagai bentuk
penghargaan dan apresiasi yang diberikan kepada para kafilah tidak berhenti
pada seremoni kemenangan. Lebih dari itu, apresiasi tersebut harus menjadi
energi baru untuk mempertahankan prestasi Kubu Raya pada MTQ mendatang.
“Ganjaran dan apresiasi ini
mudah-mudahan menambah semangat. Saya serahkan kepada LPTQ dan pelatih
bagaimana mempertahankan ini,” tegasnya.
Ia menilai, mempertahankan gelar
juara justru menjadi tantangan yang tidak kalah berat dibandingkan saat
merebutnya. Karena itu, pembinaan dan pendampingan terhadap qori-qoriah harus
dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan.
Dengan raihan juara umum
tersebut, Kubu Raya kini tidak hanya membawa kebanggaan bagi daerah, tetapi
juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga tradisi prestasi sekaligus
mempersiapkan generasi baru penghafal dan pembaca Al-Qur’an yang mampu bersaing
di tingkat provinsi maupun nasional. (tim liputan).
Editor : Heri
