10 Tahun Menanti, Kubu Raya Akhirnya Juara Umum MTQ Kalbar, Sujiwo: Pertahankan Prestasi!

Editor: Redaksi author photo
Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, SE, M.Sos Saat Sambut Kafilah MTQ Kubu Raya

KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Torehan prestasi gemilang Kafilah Kabupaten Kubu Raya yang berhasil meraih Juara Umum MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat mendapat apresiasi penuh dari Bupati Kubu Raya, Sujiwo.

 

Di balik keberhasilan tersebut, Sujiwo berharap pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Provinsi Kalimantan Barat ke depan dapat semakin profesional, transparan dan bertanggung jawab. Terlebih, pelaksanaan MTQ berikutnya akan berlangsung di Kota Pontianak.

 

Sujiwo menyampaikan, evaluasi terhadap penyelenggaraan MTQ perlu terus dilakukan agar kompetisi tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga mampu melahirkan qori dan qoriah terbaik yang dapat mengharumkan nama Kalimantan Barat di tingkat nasional.

 

“Harapan saya kepada LPTQ Provinsi, proses kompetisi MTQ ini dapat dilaksanakan secara profesional dan bertanggung jawab,” ujar Sujiwo Saat menyambut Kedatangan Kafilah Kubu Raya di Aula Kantor Bupati, Minggu (9/8/2026).

 

Tidak hanya soal profesionalitas penyelenggaraan, Sujiwo juga mengungkapkan adanya aspirasi dari sejumlah kepala daerah agar pelaksanaan MTQ tingkat provinsi dapat digelar dua tahun sekali.

 

Menurutnya, dengan jeda waktu yang lebih panjang, setiap daerah memiliki kesempatan mempersiapkan kafilah secara lebih matang. Persiapan pembinaan, pelatihan hingga regenerasi qori dan qoriah pun diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan.

 

“Ada keinginan teman-teman kepala daerah agar bisa dilaksanakan dua tahun sekali,” katanya.

 

10 Tahun Menanti, Kemenangan Disambut Meriah

 

Keberhasilan Kubu Raya merebut gelar juara umum MTQ tingkat Provinsi Kalbar juga menjadi momentum istimewa. Pasalnya, gelar tersebut telah dinantikan masyarakat Kubu Raya selama kurang lebih 10 tahun.

 

Antusiasme masyarakat bahkan terlihat saat para qori dan qoriah kembali ke Kubu Raya. Sejumlah pihak menginisiasi penyambutan dan arak-arakan sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan para kafilah selama mengikuti kompetisi.

 

Sujiwo mengapresiasi keinginan para qori-qoriah yang meminta adanya penyambutan ketika tiba di Kubu Raya. Meski berlangsung sederhana dan spontan, menurutnya penyambutan tersebut memiliki makna besar bagi para kafilah.

 

“Itu bentuk penghargaan atas perjuangan mereka. Meski sederhana dan spontan, saya kira ini menjadi kebahagiaan tersendiri bagi para kafilah,” ungkapnya.

 

Sujiwo berharap berbagai bentuk penghargaan dan apresiasi yang diberikan kepada para kafilah tidak berhenti pada seremoni kemenangan. Lebih dari itu, apresiasi tersebut harus menjadi energi baru untuk mempertahankan prestasi Kubu Raya pada MTQ mendatang.

 

“Ganjaran dan apresiasi ini mudah-mudahan menambah semangat. Saya serahkan kepada LPTQ dan pelatih bagaimana mempertahankan ini,” tegasnya.

 

Ia menilai, mempertahankan gelar juara justru menjadi tantangan yang tidak kalah berat dibandingkan saat merebutnya. Karena itu, pembinaan dan pendampingan terhadap qori-qoriah harus dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan.

 

 

Dengan raihan juara umum tersebut, Kubu Raya kini tidak hanya membawa kebanggaan bagi daerah, tetapi juga memiliki tanggung jawab untuk menjaga tradisi prestasi sekaligus mempersiapkan generasi baru penghafal dan pembaca Al-Qur’an yang mampu bersaing di tingkat provinsi maupun nasional. (tim liputan).

 

Editor : Heri

Share:
Komentar

Berita Terkini