![]() |
| Rakorcab PSHT Se-Kalbar Satukan Langkah, Bahas Pengesahan Warga Baru 2026 |
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) –
Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Provinsi Kalimantan Barat menggelar Rapat
Kerja Cabang (Rakorcab) yang diikuti para Ketua Cabang dan Ketua Dewan Cabang
PSHT se-Kalimantan Barat. Kegiatan berlangsung di Aula SMK Negeri 4 Pontianak
pada Sabtu-Minggu, 30-31 Mei 2026, mulai pukul 20.00 WIB hingga 04.00 WIB.
Rakorcab yang dipimpin Ketua PSHT
Provinsi Kalbar, Kompol Sutardi, S.Sos, tersebut dihadiri sebanyak 35 warga
PSHT yang terdiri dari Ketua Cabang dan Ketua Dewan Cabang dari berbagai daerah
di Kalimantan Barat.
Dalam forum tersebut, para
peserta melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja yang telah
dijalankan selama satu tahun terakhir. Selain itu, Rakorcab juga menjadi wadah
untuk menyusun dan menyelaraskan program kerja ke depan agar seluruh cabang
memiliki persepsi yang sama dalam menjalankan roda organisasi.
Ketua PSHT Provinsi Kalbar,
Kangmas Sutardi, menegaskan pentingnya menjaga soliditas organisasi serta
loyalitas kepada PSHT Pusat di Madiun sebagai induk organisasi.
"Rakorcab ini menjadi
momentum untuk menyatukan langkah dan persepsi seluruh cabang. Dengan
koordinasi yang baik, setiap program dapat berjalan selaras dan tetap
berpedoman pada aturan organisasi serta loyal kepada PSHT Pusat Madiun,"
ujarnya.
Selain membahas program kerja,
para Ketua Cabang juga menyampaikan laporan perkembangan pembinaan anggota,
mulai dari tahapan kenaikan sabuk polos, jambon, hijau hingga sabuk putih.
Mereka juga melaporkan jumlah calon warga baru yang akan mengikuti prosesi
pengesahan warga PSHT tahun 2026.
Menurut Sutardi, pembinaan yang
berjenjang tersebut merupakan bagian penting dalam membentuk karakter dan
kualitas anggota PSHT yang berlandaskan nilai-nilai persaudaraan, kejujuran,
dan tanggung jawab.
Dalam arahannya, Sutardi juga
mengajak seluruh Ketua Cabang, Ketua Dewan Cabang, serta jajaran Pengamanan
Terate (Pamter) untuk terus memperkuat sinergi dalam menghadapi berbagai
persoalan yang muncul di masing-masing wilayah.
Ia menegaskan bahwa setiap
permasalahan harus diselesaikan sesuai mekanisme organisasi, dimulai dari
tingkat rayon, ranting, cabang, hingga apabila diperlukan diteruskan ke tingkat
pusat.
"Setiap cabang memiliki
karakteristik dan tantangan yang berbeda. Karena itu, penyelesaian masalah
harus dilakukan secara bertahap sesuai aturan organisasi agar tetap menjaga
marwah dan persaudaraan di lingkungan PSHT," tegasnya.
Rakorcab berlangsung dalam
suasana penuh kekeluargaan dan semangat persaudaraan. Seluruh peserta
berkomitmen untuk terus menjaga nama baik organisasi serta meningkatkan
kualitas pembinaan anggota di Kalimantan Barat.
Sebagai pedoman hidup warga PSHT,
Sutardi kembali mengingatkan filosofi yang selama ini menjadi pegangan para
anggota, yakni:
"Manusia dapat dihancurkan,
manusia dapat dimatikan, tetapi manusia tidak dapat dikalahkan selama manusia
itu masih setia hati pada dirinya sendiri."
Filosofi tersebut diharapkan
terus menjadi semangat bagi seluruh warga PSHT dalam menjalani kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, sekaligus menjaga nilai-nilai luhur
persaudaraan yang menjadi identitas organisasi. (tim liputan).
Editor : Heri
