![]() |
| Bupati Sujiwo Bersama Alhabib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan |
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) –
Majelis Almuwasholah Baina Ulamail Muslimin Kalimantan Barat menggelar Dialog
Kebangsaan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah yang
dilaksanakan di Aula Kantor Bupati di Jalan Arteri Supadio Sungai Raya Kabupaten
Kubu Raya pada hari Senin (22/6/2026).
Kegiatan yang mengusung tema “Spirit
Hijrah Mempererat Persaudaraan untuk Indonesia yang Lebih Berdaulat dan
Bermartabat” tersebut menghadirkan ulama kharismatik nasional, Alhabib Jindan
bin Novel bin Salim bin Jindan, serta dihadiri para alim ulama, tokoh lintas
agama, tokoh lintas etnis, tokoh masyarakat, dan jajaran Pemerintah Kabupaten
Kubu Raya.
Dialog Kebangsaan ini menjadi
momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai persatuan, toleransi, dan
kebangsaan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia, khususnya di Kalimantan
Barat yang selama ini dikenal sebagai miniatur Indonesia dengan kekayaan suku,
budaya, dan agama yang hidup berdampingan secara harmonis.
Dalam tausiyah kebangsaannya,
Alhabib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan mengajak seluruh elemen
masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta mempererat
ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah.
Menurutnya, semangat hijrah yang
diperingati setiap tahun tidak hanya dimaknai sebagai perpindahan fisik
sebagaimana perjalanan Rasulullah SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga
sebagai momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih baik, lebih berakhlak,
dan lebih bermanfaat bagi sesama.
“Persatuan adalah kekuatan
bangsa. Jangan sampai perbedaan menjadi alasan untuk saling menjauh. Justru
keberagaman yang dimiliki bangsa Indonesia merupakan karunia yang harus dijaga
dan dirawat bersama. Ketika umat bersatu dan saling menghormati, maka Indonesia
akan menjadi bangsa yang kuat dan bermartabat,” pesannya.
Kehadiran Habib Jindan dalam
kegiatan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Sosoknya dikenal
sebagai salah satu ulama muda kharismatik Indonesia yang memiliki pengaruh luas
di berbagai daerah.
Putra dari ulama terkemuka
Alhabib Novel bin Salim Jindan itu dikenal aktif menyampaikan dakwah yang
menyejukkan, mengedepankan persatuan umat, cinta tanah air, serta memperkuat
nilai-nilai kebangsaan dalam bingkai ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.
Dengan gaya dakwah yang santun
dan mudah diterima berbagai kalangan, Habib Jindan menjadi figur yang dekat
dengan generasi muda dan kerap hadir dalam forum-forum nasional yang membahas
peran ulama dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pesan-pesan kebangsaannya selalu
menekankan pentingnya menjaga kerukunan, memperkuat solidaritas sosial, dan
menolak segala bentuk perpecahan yang dapat mengancam persatuan bangsa.
Sementara itu, Ketua Majelis
Almuwasholah Baina Ulamail Muslimin Kalimantan Barat, Alhabib Thoha Al-Jufri,
mengatakan Dialog Kebangsaan merupakan bagian dari rangkaian peringatan Tahun
Baru Islam sekaligus sarana menyiarkan nilai-nilai Islam sebagai agama yang
membawa rahmat bagi seluruh alam.
Menurut Habib Thoha, kegiatan
tersebut tidak hanya menjadi ruang silaturahmi antarulama dan masyarakat,
tetapi juga wadah untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan
persatuan bangsa di tengah berbagai tantangan zaman.
“Melalui Dialog Kebangsaan ini
kami ingin menegaskan bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kedamaian,
persaudaraan, kasih sayang, dan penghormatan terhadap perbedaan. Karena itu,
semangat hijrah harus menjadi semangat untuk memperkuat persatuan dan membangun
bangsa yang lebih baik,” ujarnya.
Di Kalimantan Barat, Habib Thoha
dikenal sebagai salah satu tokoh ulama yang memiliki peran penting dalam
membangun harmoni sosial dan memperkuat sinergi antara ulama, umara, serta
berbagai elemen masyarakat.
Di bawah kepemimpinannya, Majelis
Almuwasholah Baina Ulamail Muslimin Kalimantan Barat terus berkembang menjadi
wadah silaturahmi para ulama dan habaib yang aktif mengampanyekan moderasi,
persatuan, dan semangat kebangsaan.
Komitmennya dalam membangun
komunikasi lintas agama dan lintas etnis menjadikan Habib Thoha sebagai sosok
yang dihormati berbagai kalangan. Berbagai kegiatan keagamaan, sosial, dan
kebangsaan yang digagasnya selama ini menjadi bagian dari upaya memperkuat
persaudaraan dan menjaga stabilitas sosial di Kalimantan Barat.
Pada kesempatan yang sama, Bupati
Kubu Raya, H. Sujiwo, SE., M.Sos, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya
Dialog Kebangsaan yang menghadirkan para ulama, tokoh agama, dan tokoh
masyarakat dalam satu forum yang mengedepankan semangat persaudaraan.
Menurut Sujiwo, tema yang
diangkat sangat relevan dengan kondisi bangsa saat ini yang membutuhkan
penguatan nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, dan toleransi untuk
menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
“Kami menyampaikan terima kasih
kepada Majelis Almuwasholah Baina Ulamail Muslimin Kalimantan Barat yang telah
memilih Kabupaten Kubu Raya sebagai salah satu lokasi pelaksanaan Dialog
Kebangsaan. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa keberagaman bukanlah penghalang
untuk bersatu, melainkan kekuatan yang harus dijaga bersama demi Indonesia yang
lebih berdaulat dan bermartabat,” kata Sujiwo.
Ia menilai kehadiran para alim
ulama, tokoh lintas agama, dan tokoh lintas etnis dalam satu kegiatan merupakan
contoh nyata harmoni sosial yang selama ini tumbuh dan berkembang di Kabupaten
Kubu Raya.
Dialog Kebangsaan berlangsung
penuh khidmat dan diwarnai semangat persaudaraan. Para peserta tidak hanya
mendapatkan siraman rohani dan wawasan kebangsaan, tetapi juga diajak untuk
terus berkontribusi menjaga kerukunan, memperkuat persatuan, dan membangun
optimisme menuju Indonesia yang lebih maju.
Pertemuan dua tokoh ulama
berpengaruh, Alhabib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan dan Alhabib Thoha
Al-Jufri, dalam forum tersebut menjadi simbol kuat kolaborasi ulama dalam
merawat kebhinekaan dan memperkokoh persatuan bangsa.
Keduanya sepakat bahwa peran
ulama tidak hanya sebatas menyampaikan dakwah keagamaan, tetapi juga menjadi
perekat sosial yang mampu menghadirkan kesejukan, membangun dialog, serta
menjaga harmoni dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui Dialog Kebangsaan ini,
semangat hijrah diharapkan mampu menginspirasi seluruh elemen masyarakat untuk
terus memperbaiki diri, mempererat persaudaraan, serta menjaga keutuhan Negara
Kesatuan Republik Indonesia dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika demi terwujudnya
Indonesia yang damai, maju, berdaulat, dan bermartabat. (tim liputan).
Editor : Heri

