KALBARNEWS.CO.ID (SINGKAWANG) – Wali
Kota Singkawang, Thjai Chui Mie menerima audiensi Panitia Kirab Budaya
Singkawang Grebeg Suro 2026 dalam rangka persiapan pelaksanaan agenda budaya
tahunan yang akan digelar pada 20–27 Juni 2026 di Taman Parkir Kridasana, Kota
Singkawang.
Audiensi tersebut berlangsung
hangat dan penuh semangat kebersamaan. Dalam pertemuan itu, panitia
menyampaikan konsep kegiatan Kirab Budaya Singkawang Grebeg Suro 2026 yang
mengusung tema “Harmoni Budaya di Kota Tertoleran, Merajut Tradisi Memperkokoh
Keberagaman.” Tema tersebut mencerminkan semangat masyarakat Kota Singkawang
yang dikenal sebagai kota penuh toleransi dengan keberagaman budaya, suku, dan
agama yang hidup berdampingan secara harmonis.
Wali Kota Thjai Chui Mie
menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut dan memberikan apresiasi kepada
seluruh panitia serta komunitas budaya yang terus menjaga tradisi leluhur
sekaligus memperkuat persatuan masyarakat melalui kegiatan seni dan budaya.
Menurutnya, Kirab Budaya Grebeg
Suro bukan hanya menjadi hiburan rakyat, tetapi juga sarana mempererat
silaturahmi antarwarga dan memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada
masyarakat luas.
“Kegiatan budaya seperti ini
menjadi kekuatan penting dalam menjaga persatuan dan memperkokoh keberagaman di
Kota Singkawang. Pemerintah Kota tentu mendukung penuh kegiatan positif yang
mampu menghadirkan kebersamaan masyarakat,” ujarnya.
Ketua Paguyuban Jawa Kota
Singkawang (PJKS), Sutopo, mengatakan pihaknya berkomitmen menjadikan Kirab
Budaya Grebeg Suro sebagai ruang kebersamaan lintas budaya dan lintas generasi
di Kota Singkawang.
Menurutnya, keberagaman yang ada
harus terus dirawat melalui kegiatan budaya yang melibatkan seluruh elemen
masyarakat.
“Kirab Budaya Grebeg Suro bukan
hanya milik masyarakat Jawa, tetapi milik seluruh masyarakat Singkawang. Kami
ingin menghadirkan semangat persaudaraan, gotong royong, dan harmoni budaya
dalam satu kebersamaan,” ujar Sutopo.
Sementara itu, tokoh Paguyuban
Jawa Kota Singkawang, Mas Heri, menyampaikan bahwa kegiatan budaya seperti
Grebeg Suro menjadi bagian penting dalam menjaga warisan tradisi leluhur
sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan zaman modern.
“Budaya adalah perekat
persaudaraan. Melalui Grebeg Suro, kami ingin mengajak generasi muda untuk
tetap mencintai budaya daerah dan menjaga nilai-nilai kebersamaan yang telah
diwariskan para leluhur,” ungkap Mas Heri.
Kirab Budaya Singkawang Grebeg
Suro 2026 nantinya akan diisi berbagai rangkaian acara budaya, pertunjukan seni
tradisional, kirab budaya, bazar UMKM, hingga pentas hiburan rakyat yang
melibatkan berbagai paguyuban dan komunitas lintas etnis di Kota Singkawang
maupun dari daerah lainnya.
Sebagai salah satu elemen
penggerak budaya di Kota Singkawang, Paguyuban Jawa Kota Singkawang (PJKS) yang
diketuai Sutopo untuk masa bakti 2025–2030 turut aktif memperkuat keberagaman
dan melestarikan budaya Jawa di tengah masyarakat multikultural.
Berbagai kegiatan budaya secara
rutin digelar, di antaranya Kirab Budaya Grebeg Suro hingga Festival 1.000
Blangkon yang menjadi simbol persatuan, kebersamaan, dan kecintaan terhadap
budaya Nusantara di Kota Singkawang. (tim liputan).
Editor : Heri
