Ibu Sutati Terharu, Kehadiran H. Sujiwo Dinilai Bukti Kepedulian pada Warga
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) - Kehadiran Bupati Kubu Raya H. Sujiwo dalam kegiatan Banteng Gowes Jilid II di wilayah Rasau Jaya, Kamis (14/5/2026), meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat setempat.
Salah satunya dirasakan Ibu Sutati, warga yang mengaku terharu atas kedatangan orang nomor satu di Kubu Raya tersebut.
Menurut Sutati, kehadiran Sujiwo terasa berbeda karena datang secara sederhana tanpa protokoler berlebihan, namun tetap menyempatkan diri berinteraksi langsung dengan warga dan mendengar berbagai persoalan yang disampaikan masyarakat.
“Saya sangat terharu. Biasanya pejabat datang ramai sekali, tapi Pak Haji Sujiwo datang santai bersama teman-teman gowes.
Beliau mau melihat langsung keadaan kami di sini,” ujar Sutati.
Ia menilai kehadiran Bupati bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat kecil.
Dalam kegiatan tersebut, Sujiwo juga meninjau kondisi jalan, berdialog dengan warga, membagikan sembako, serta melakukan penanaman pohon bersama masyarakat.
Bagi Sutati, sikap sederhana dan kedekatan Sujiwo dengan masyarakat menumbuhkan harapan besar terhadap pembangunan di Kubu Raya ke depan.
“Kami merasa diperhatikan. Beliau mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Kami berharap Pak Haji Sujiwo selalu sehat dan terus amanah memimpin Kubu Raya,” katanya.
Kegiatan Banteng Gowes Jilid II sendiri merupakan agenda yang digagas H. Sujiwo bersama komunitas gowes dengan memadukan olahraga, aksi sosial, penghijauan, dan peninjauan langsung persoalan masyarakat.
Dalam keterangannya, Sujiwo menyebut setiap kegiatan gowes dimanfaatkan untuk “belanja masalah”, yakni menyerap langsung aspirasi masyarakat agar dapat dicarikan solusi bersama pemerintah daerah.
“Semua yang saya lewati itu sekaligus saya belanja masalah rakyat. Nanti saya bawa ke kantor untuk kita pecahkan bersama-sama,” ujar Sujiwo.
Selain meninjau Jalan TR 14 yang menghubungkan Desa Limbung dan Rasau Jaya, rombongan juga meninjau jalan usaha tani serta mengajak masyarakat menjaga alam semesta melalui aksi penanaman pohon.
Suasana penuh keakraban terlihat saat warga menyambut rombongan dengan hidangan tradisional seperti jagung rebus, ubi rebus, pisang rebus, hingga kelapa muda.
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi luas dari masyarakat yang berharap agenda serupa terus dilakukan sebagai bentuk kedekatan pemerintah daerah dengan rakyat hingga ke pelosok desa. (Tim Liputan)
Editor : Aan