KALBARNEWS.CO.ID (JAKARTA) – Nama
Indri Wahyuni mendadak menjadi sorotan publik usai polemik penilaian Final
Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar MPR RI tingkat Kalimantan Barat tahun 2026
viral di media sosial. Sosok yang menjabat sebagai Kepala Bagian Sekretariat
Badan Sosialisasi Setjen MPR RI itu kini ramai diperbincangkan netizen setelah
pernyataannya soal “artikulasi” memicu gelombang kritik.
Dalam final LCC yang digelar pada
9 Mei 2026, Indri Wahyuni bersama salah satu dewan juri lainnya menjadi pusat
perhatian publik setelah muncul kontroversi terkait pengurangan nilai terhadap
peserta. Potongan pernyataan mengenai pentingnya artikulasi dalam penilaian
lomba kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Kalimat, “Artikulasi itu
penting... Dewan juri berhak memberikan nilai -5,” menjadi pemicu perdebatan
panas di ruang digital. Banyak netizen menilai keputusan tersebut terlalu kaku
dan tidak mempertimbangkan substansi jawaban peserta.
Di media sosial X hingga
Instagram, publik ramai melontarkan kritik dan satire. Berbagai julukan seperti
“Mrs Artikulasi”, “Bu Artikulasi”, hingga “Ratu Minus Lima” bermunculan dan
menjadi trending dalam perbincangan warganet.
Polemik semakin meluas karena
sebagian masyarakat menilai peserta yang masih berstatus pelajar SMA seharusnya
mendapatkan pendekatan edukatif dan sportif dalam perlombaan kebangsaan. Kritik
publik tidak hanya tertuju pada hasil penilaian, tetapi juga pada cara
komunikasi dan respons penyelenggara yang dinilai kurang menenangkan suasana.
Sejumlah netizen kemudian ikut
menelusuri profil Indri Wahyuni, mulai dari jabatan strukturalnya di lingkungan
Setjen MPR RI hingga data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN).
Berdasarkan data yang beredar, total kekayaan yang dilaporkan mencapai miliaran
rupiah, termasuk aset tanah dan bangunan.
Meski demikian, hingga kini belum
ditemukan akun media sosial pribadi milik Indri Wahyuni. Namanya lebih banyak
muncul dalam unggahan kegiatan resmi kelembagaan, termasuk akun Instagram Badan
Sosialisasi MPR dan akun resmi MPR RI.
Di tengah derasnya kritik publik,
Wakil Ketua MPR RI Abcandra Muhammad Akbar Supratman sebelumnya telah
menyampaikan permohonan maaf atas polemik penilaian dalam Final LCC 4 Pilar
tingkat Kalbar. MPR RI juga memastikan akan melakukan evaluasi terhadap sistem
perlombaan maupun kinerja dewan juri.
Polemik ini menjadi perhatian
luas karena dinilai bukan sekadar persoalan lomba, melainkan menyangkut rasa
keadilan, profesionalitas penilaian, dan cara institusi menghadapi kritik
publik di era media sosial. (tim liputan).
Editor : Heri
