![]() |
| Asosiasi Damkar Kalbar Audiensi dengan Sekda Kalbar, dr. H. Harisson, M.Kes. |
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) - Asosiasi
Pemadam Kebakaran (Damkar) Kalimantan Barat melakukan audiensi dengan
Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Barat, dr. H. Harisson, M.Kes. untuk membahas penguatan sistem
penanggulangan kebakaran, peningkatan kapasitas petugas, serta sinergi
penanganan kebakaran di wilayah Kalimantan Barat, Kamis (21 Mei 2026).
Audiensi yang berlangsung di
ruang Sekda Kalbar, Kantor Gubernur Kalimantan Barat, itu menjadi momentum
mempererat koordinasi antara pemerintah daerah dan unsur pemadam kebakaran
dalam meningkatkan pelayanan keselamatan masyarakat.
Ketua Umum Asosiasi Pemadam
Kebakaran Kalimantan Barat, Ronny Kasimin, menyampaikan sejumlah persoalan yang
dihadapi petugas di lapangan. Mulai dari keterbatasan armada dan peralatan,
kebutuhan alat pelindung diri (APD), hingga pentingnya peningkatan kapasitas
sumber daya manusia pemadam kebakaran.
Menurut Ronny, tantangan
penanganan kebakaran di Kalimantan Barat memerlukan dukungan lintas sektor dan
perhatian serius dari pemerintah daerah.
“Petugas pemadam kebakaran berada
di garis terdepan dalam penyelamatan masyarakat. Karena itu diperlukan
penguatan sarana, peningkatan kapasitas SDM, dan dukungan regulasi agar
pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujar Ronny Kasimin didampingi sejumlah
pengurus Asosiasi Damkar Kalbar.
Selain menyampaikan berbagai
tantangan, Asosiasi Damkar Kalbar juga menawarkan sejumlah program kolaborasi.
Di antaranya pelatihan bersama, edukasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat,
simulasi penyelamatan, serta penguatan koordinasi antar damkar kabupaten/kota
di Kalimantan Barat.
Sementara itu, Sekretaris Daerah
Provinsi Kalimantan Barat, Harisson, menyambut baik audiensi tersebut dan
mengapresiasi peran petugas pemadam kebakaran yang selama ini aktif membantu
masyarakat dalam berbagai situasi darurat.
“Saya mengucapkan terima kasih
kepada teman-teman dari asosiasi pemadam kebakaran Kalimantan Barat yang sudah
bertemu dengan saya selaku Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Barat. Pada
prinsipnya pemerintah provinsi memberikan apresiasi dan ucapan terima kasih
kepada teman-teman yang tergabung dalam asosiasi ini,” ujarnya.
Harisson menegaskan pentingnya
sinergi antara pemerintah daerah, pemadam kebakaran, relawan, dan masyarakat
dalam membangun sistem penanggulangan kebakaran yang lebih baik dan responsif.
“Pemerintah Provinsi Kalimantan
Barat sangat membutuhkan bantuan dari masyarakat maupun lembaga swadaya
masyarakat dalam penanggulangan karhutla, kebakaran lahan, maupun kebakaran di
permukiman masyarakat,” katanya.
Menanggapi persoalan kekurangan
peralatan yang disampaikan Asosiasi Damkar, Harisson mengatakan pemerintah akan
berupaya memfasilitasi bantuan melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) untuk diajukan ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Nanti mungkin akan difasilitasi
oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah bersama-sama meminta bantuan ke Badan
Nasional Penanggulangan Bencana,” ucapnya.
Harisson kembali menegaskan
apresiasi pemerintah terhadap peran lembaga pemadam kebakaran swasta yang
dinilai cepat membantu masyarakat saat terjadi kebakaran maupun dalam
penanganan kebakaran hutan dan lahan.
“Selama ini begitu cepatnya
teman-teman dari lembaga pemadaman swasta membantu masyarakat yang mengalami
musibah kebakaran ataupun membantu kami dalam karhutla dan lain-lain. Sekali
lagi kami pemerintah mengucapkan terima kasih,” ujarnya.
Perwakilan dari BPBD Provinsi
Kalimantan Barat, Ridwan, juga menyampaikan apresiasi kepada Asosiasi Damkar
Kalbar atas partisipasinya dalam pencegahan dan penanganan bencana kebakaran.
“Kami sangat berterima kasih
kepada teman-teman Asosiasi Damkar Kalbar dalam membantu dan berpartisipasi
dalam pencegahan bencana kebakaran, karena kami tidak bisa menangani sendiri,
perlu peran serta masyarakat,” katanya.
Ridwan berharap koordinasi antara
pemerintah dan Asosiasi Damkar terus diperkuat guna mendukung respons cepat
terhadap perkembangan situasi kebakaran di Kalimantan Barat.
Audiensi tersebut diakhiri dengan
komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan komunikasi demi meningkatkan
kualitas layanan pemadam kebakaran serta keselamatan masyarakat di Kalimantan
Barat. * (tim liputan).
Editor : Heri
