
Lawan Suhu Ekstrem di Gaza, BMH dan PT Indo Anata Development Kirimkan 'Pelukan Hangat' untuk Pengungsi
KALBARNEWS.CO.ID (JAKARTA) - Jakarta-Dalam suasana musim dingin yang mencekam, secercah harapan hadir bagi warga di Gaza Utara. Suhu udara yang merosot tajam kini menjadi ancaman nyata bagi ribuan pengungsi yang hanya berlindung di balik tenda-tenda darurat yang tipis. Menanggapi krisis kemanusiaan ini, Lembaga Amil Zakat Nasional Baitul Maal Hidayatullah (BMH) berkolaborasi dengan PT Indo Anata Development menyalurkan bantuan darurat musim dingin.
Kondisi di lapangan saat ini sangat memprihatinkan. Tanpa pemanas dan pakaian yang memadai, kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia berisiko tinggi terkena hipotermia serta berbagai penyakit saluran pernapasan.
Sinergi Kemanusiaan: Dari Indonesia untuk Palestina
Realisasi bantuan ini merupakan amanah penuh dari PT Indo Anata Development. Direktur Utama BMH, Supendi, memberikan apresiasi tinggi kepada Mazz Reza Pranata selaku pemilik perusahaan atas kepeduliannya yang luar biasa.
"Komitmen beliau telah menghadirkan perlindungan dasar yang sangat krusial bagi warga Palestina. Semoga kebaikan ini mendatangkan berkah bagi keluarga besar PT Indo Anata Development dan kehangatan bagi saudara kita di sana," ujar Dirut BMH, Supendi, dalam keterangannya, di Jakarta Rabu (14/1/2026)
Bantuan Terukur untuk Perlindungan Maksimal
Bukan sekadar bantuan simbolis, BMH telah menyiapkan paket logistik yang dirancang khusus untuk kebutuhan darurat keluarga:
* 200 Selimut Tebal: Memiliki kualitas setara bedcover agar bisa digunakan bersama oleh satu anggota keluarga.
* 200 Jaket Anak: Fokus perlindungan bagi anak-anak sebagai kelompok paling rawan cuaca ekstrem.
* 200 Paket Susu Formula: Menjamin asupan gizi dasar balita di tengah krisis pangan.
* 4.000 Porsi Makanan Siap Saji: Menjawab kebutuhan energi instan warga.
Berdayakan Ekonomi Lokal di Tengah Blokade
Salah satu poin menarik dari aksi ini adalah strategi pengadaannya. Di tengah ketatnya blokade bantuan dari luar, tim di lapangan mengambil langkah berani dengan membeli logistik langsung dari pedagang lokal di dalam Gaza.
Meski harga barang di dalam wilayah Gaza melonjak lebih mahal, langkah ini menjadi solusi tercepat agar bantuan sampai ke tangan pengungsi tanpa harus menunggu birokrasi perbatasan yang tidak pasti. Selain itu, cara ini turut membantu menggerakkan roda ekonomi masyarakat Gaza yang masih bertahan.
"Setiap helai selimut yang dibagikan bukan sekadar penghangat raga, tapi juga pesan bahwa mereka tidak sendirian," tambah Supendi.
Selain pengadaan lokal, BMH juga tetap mengupayakan jalur eksternal dengan mengirimkan paket sembako dan dua truk tepung gandum melalui pintu perbatasan Mesir untuk memperluas jangkauan distribusi pangan.(Tim Liputan)
Editor : Aan