Bupati Sujiwo Tegaskan Pembangunan Jalan Pinang–Ambawang Tak Ditinggalkan

Editor: Redaksi author photo

Bupati Sujiwo Tegaskan Pembangunan Jalan Pinang–Ambawang Tak Ditinggalkan

KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) 
– Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Kubu Raya tidak pernah meninggalkan masyarakat di wilayah Pinang Luar, Pinang Dalam, Kampung Baru, Air Putih hingga Ambawang. Penegasan ini disampaikannya merespons berbagai keluhan masyarakat yang ramai disampaikan melalui website Halo Bupati hingga media sosial. (11/1/2026).


Sujiwo memastikan bahwa pada bulan ini pembangunan ruas jalan tersebut mulai direalisasikan melalui Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah dengan anggaran sebesar Rp19,5 miliar yang bersumber dari APBN. Saat ini prosesnya telah masuk tahap kontrak dan persiapan mobilisasi alat.


“Insya Allah bulan ini sudah mulai dikerjakan. Kontrak sudah, tinggal persiapan loading peralatan. Anggarannya Rp19,5 miliar untuk ruas jalan ini,” ujar Sujiwo.


Ia menjelaskan, pengerjaan jalan akan dilakukan pada jalur existing dengan lebar sekitar tiga meter yang dinilai cukup untuk tahap awal. Selanjutnya, pemerintah daerah akan kembali mengupayakan kelanjutan program serupa pada tahun berikutnya.


Selain anggaran APBN, Sujiwo menyebutkan bahwa tahun ini juga dialokasikan tambahan Rp1 miliar dari Dana Bagi Hasil (DBH). Dengan demikian, total anggaran yang masuk ke ruas jalan tersebut pada tahun ini mencapai Rp20,5 miliar.


“Kalau hanya mengandalkan APBD Kabupaten Kubu Raya, satu atau dua miliar, tentu tidak akan selesai-selesai. Maka kita bersyukur ada dukungan APBN,” jelasnya.


Sujiwo mengakui panjang ruas jalan Pinang Luar–Pinang Dalam–Kampung Baru–Air Putih hingga Ambawang mencapai sekitar 36,9 kilometer, sehingga pengerjaannya membutuhkan waktu dan tahapan bertahap. Karena itu, ia meminta kesabaran masyarakat.


“Kami ingin cepat selesai, tapi keterbatasan anggaran membuat semuanya harus bertahap. Saya baru menjabat 10 bulan 3 hari, tapi komitmen kami jelas,” tegasnya.


Dalam kesempatan itu, Sujiwo juga meminta dukungan semua pihak, termasuk pemerintah desa, kecamatan, dan pelaku usaha, agar menjaga jalan yang sudah dibangun. Ia menekankan pentingnya pembatasan tonase kendaraan agar infrastruktur yang dibangun tidak cepat rusak.


“Kalau tonase main hajar sampai 8 ton, 10 ton bahkan belasan ton, kasihan negara. Kita capek bangunnya,” katanya.


Ia mengusulkan solusi kerja sama dengan perusahaan, seperti pengaturan titik stockpile dan penggunaan kendaraan kecil sebelum muatan dipindahkan ke truk besar di lokasi tertentu.


Sujiwo menambahkan, total anggaran pembangunan jalan di wilayah tersebut dalam beberapa tahap terakhir sebenarnya telah melampaui Rp30 miliar. Namun karena ruasnya panjang dan tersebar di beberapa segmen, hasilnya belum sepenuhnya terlihat merata.


“Makanya jangan sampai ada anggapan pemerintah meninggalkan masyarakat di sini. Tidak benar. Totalnya sudah lebih Rp30 miliar,” ujarnya.


Menutup keterangannya, Sujiwo berharap informasi ini dapat dipahami masyarakat sebagai bentuk pertanggungjawaban pemerintah daerah kepada rakyat.


“Kami ingin membangun dengan asas keadilan. Mohon kesabaran dan kerja sama semua pihak,” pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini