-->

BREAKING NEWS

TERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, USTAD MUSTAHAR,SPD.I TERPILIH SEBAGAI KETUA FORUM KOMUNIKASI PONDOK PESANTREN (FKPP) KABUPATEN KUBU RAYA PERIODE 2020 -2025 PADA MUSYAWARAH DAERAH FKPP KAB KUBU RAYA, SEORANG ANGGOTA SATLANTAS POLRESTA PONTIANAK DIKABARKAN LAKUKAN PELECEHAN SEX KEPADA SEORANG WARGA KARENA TIDAK BISA MEMBAYAR TILNG PELANGGARAN LALU LINTAS, KASUS INI MASIH DALAM PENYELIDIKAN APARAT, SATRESNARKOBA POLRES KUBU RAYA BEKUK TERSANGKA PENGEDAR NARKOBA DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP, TERSANGKA BERINISIAL DP DITANGKAP BERSAMA BARANG BUKTI NARKOBA JENIS SABU-SABU, PASANG IKLAN DI KALBARNEWS GAMPANG.....!!!!! HUB MARKETING KAMI DI : 085751103979 - 085245460919 ATAU EMAIL : redaksikalbarnews@gmail.com

Persit KCK PD XII/Tpr Ikuti Webinar Perdagangan Online

Redaksi author photo
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) - Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Pengurus Daerah XII/Tanjungpura, Ny. Ely Nur Rahmad bersama dengan para pengurus mengikuti kegiatan Web Seminar (Webinar) perdagangan online di masa adaptasi kebiasaan baru melalui aplikasi zoom meeting, bertempat di Kantor Persit KCK PD XII/Tpr, Jum'at (14/08/2020).

Webinar dibuka oleh Ketua Dharma Pertiwi Pusat, Ny. Nanny Hadi Tjahyanto. Adapun narasumber pada acara tersebut, yaitu Fashion Guru Ny. Musa Widyatmodjo dan Founder/CEO Du’anyam, Ny. Hanna Keraf. Sedangkan sebagai moderator Ny. Azizah Hanum.

Ketua Dharma Pertiwi Pusat, Ny. Nanny Hadi Tjahyanto mengatakan bahwa wabah Covid-19 tidak bisa di sangkal dan sangat merugikan kita semua banyak pelaku usaha yang tutup dan banyak pekerja yang di rumahkan.

"Maka dari itu sangatlah penting alat digital dan bisnis online menjadi solusi untuk bertahan dan sekaligus menjadi penghematan, Dengan cara ini diharapkan kita bisa mengurangi kontak langsung dan metode baru ini akan menjadi tren kedepan guna menghidupkan ekonomi yang sempat terpuruk," kata Ny. Nanny Hadi Tjahyanto.

Sedangkan Founder/CEO Du’anyam, Ny. Hanna Keraf dalam kesempatan tersebut menyampaikan visi dan misi Du’anyam adalah sosial. Dari awal  dirinya punya mimpi bisa berguna untuk Indonesia karena latar belakang kami pembisnis sehingga kami berfikir membatu masayarakat  dengan berusaha.

Banyak perempuan di daerah yang memiliki kemampuan menenun dan menganyam dan apa yang mereka miliki itulah yang ditawarkan oleh Duanyam ke pasar. Kita belajar dari nol mulai dari bahan, pembuatan, kualitas, hasil produk, serta kualitas barang yang dihasilkan.

"Kedepan kita ingin mengangkat daerah-daerah lain untuk bergabung sehingga  hasil karya ibu-ibu di Indonesia bisa terkenal di manca negara," tandasnya. (tim liputan).

Editor : Heri K
Komentar Anda

Berita Terkini