
Fiskal Kapuas Hulu Tertekan Rp147 Miliar Gaji P3K Tunjangan Pegawai Terpaksa Dipotong
KALBARNEWS.CO.ID (KAPUAS HULU) - Tekanan fiskal masih menghantui Pemerintah Daerah Kapuas Hulu Kebijakan pemerintah pusat untuk mengambil alih pembiayaan gaji untuk P3K Guru dan Tenaga Kesehatan sampai akhir tahun ini Belum ada petunjuk teknisnya.
Akibatnya, Pemda Kapuas Hulu tetap harus menganggarkan sendiri untuk gaji dan tunjangan tersebut sebesar Rp147 Miliar lebih.
Anggota DPRD Kapuas Hulu dari Fraksi Partai Demokrat, Andi Aswad, menegaskan kondisi ini sangat berat bagi APBD Kapuas Hulu.
Menurutnya, jumlah P3K Guru mencapai 1.800 orang dan P3K Tenaga Kesehatan 900 orang.Jumlahnya sangat besar. Ini berakibat juga kepada tunjangan pegawai yang dipotong sama seperti Tahun Anggaran 2026," tegas Andi Aswad.
Andi Aswad menegaskan, DPRD dan Eksekutif telah bersepakat. Jika realisasi gaji dan tunjangan teman-teman P3K Guru dan Tenaga Kesehatan benar-benar direalisasikan oleh pemerintah pusat, maka hal pertama yang dilakukan adalah mengembalikan tunjangan pegawai yang dipotong tersebut.
"Hal ini sudah menjadi kewajiban bagi Pemkab Kapuas Hulu untuk melakukannya," tegas Andi Aswad.
Artinya, pemotongan tunjangan ini sifatnya sementara, sambil menunggu kejelasan dari pusat.
Kini, ribuan P3K dan seluruh ASN di Kapuas Hulu menunggu kepastian dari Jakarta. Jika pusat benar-benar mengambil alih, APBD Kapuas Hulu bisa bernapas lega dan tunjangan pegawai bisa kembali normal."tutup Andi Aswad.(Dulhadi)
Editor : Aan