Udara Kubu Raya Fluktuatif, Sujiwo Siapkan Kebijakan Sekolah Fleksibel

Editor: Redaksi author photo

Bupati Kubu Raya Sujiwo
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Kondisi udara di Kubu Raya yang masih fluktuatif membuat Pemerintah Kabupaten Kubu Raya menyiapkan pola pembelajaran yang lebih fleksibel. Kebijakan tidak akan serta-merta menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) setiap kali kualitas udara berubah.

Bupati Kubu Raya Sujiwo mengatakan, kondisi udara bisa berubah dalam waktu singkat. Bahkan setelah surat edaran terkait kondisi udara dikeluarkan, hujan deras turun dan membantu memperbaiki kondisi di lapangan.

“Memang seperti itu, kadang ada hujan, kadang tidak. Fluktuatif sekali kondisi udara itu,” ujar Sujiwo.

Sujiwo telah memberikan arahan kepada Kepala Dinas Pendidikan Kubu Raya agar pembelajaran tatap muka tetap dilakukan selama kondisi udara belum masuk kategori paling berbahaya.

Namun, jika kondisi udara tiba-tiba memburuk hingga masuk kategori berbahaya, pihak sekolah diberikan keleluasaan untuk memulangkan siswa.

“Selama tidak masuk kategori hitam, kita akan berlakukan tatap muka. Seandainya tiba-tiba di sekolah kondisinya berubah menuju berbahaya, sekolah kita berikan keleluasaan untuk memulangkan siswa-siswinya,” jelasnya.

Tak Ingin Kebijakan Buka-Tutup Sekolah

Sujiwo mengakui, perubahan kualitas udara yang cepat menjadi tantangan tersendiri. Pemerintah tidak ingin sekolah terus-menerus mengalami pola buka-tutup, tatap muka-PJJ, kemudian kembali tatap muka hanya karena perubahan kualitas udara yang berlangsung dalam hitungan jam.

Karena itu, Pemkab Kubu Raya tengah mencari formulasi kebijakan yang fleksibel dan tidak menyulitkan siswa, guru maupun orang tua.

“Jangan sampai buka tutup, buka tutup, buka tutup. Kita PJJ, tahu-tahu udaranya warna kuning, ya kuning itu boleh. Merah juga boleh. Yang tidak boleh itu ketika hitam, berbahaya,” katanya.

PJJ Bukan Berarti Anak Bebas Beraktivitas di Luar

Sujiwo juga menekankan bahwa ketika PJJ diterapkan, tujuan utamanya adalah mengurangi paparan anak terhadap udara luar yang tidak sehat.

Karena itu, orang tua diharapkan memastikan anak tetap berada di lingkungan yang aman dan tidak justru menggunakan waktu PJJ untuk bermain di luar rumah.

“Tujuan utama pembelajaran jarak jauh itu supaya anak-anak tidak menghirup udara secara bebas dan luas. Kalau di rumah kemudian dibebaskan main ke mana-mana, ya tidak ada manfaatnya,” tegasnya.

Pemkab juga tengah mempertimbangkan kondisi masing-masing sekolah. Sebab, tidak semua sekolah memiliki kondisi bangunan dan fasilitas yang sama. Ada sekolah dengan ruangan tertutup dan dilengkapi pendingin udara yang memungkinkan kegiatan belajar tetap berlangsung dalam kondisi tertentu.

Kubu Raya Klaim Titik Api Sudah Nihil

Di sisi lain, Sujiwo menyebut penanganan karhutla di Kubu Raya telah dilakukan secara maksimal. Bahkan, berdasarkan kondisi terakhir yang disampaikannya, titik api di wilayah Kubu Raya sudah tidak ditemukan.

Meski demikian, persoalan asap dan kabut masih menjadi perhatian karena sumber asap juga dapat berasal dari wilayah lain.

“Kubu Raya ini sudah zero titik api, sudah tidak ada titik apinya. Hanya sekarang faktanya memang masih ada asap kabutnya,” ungkapnya.

Sujiwo berharap hujan terus turun di wilayah yang masih terdapat titik api sehingga kebakaran segera teratasi dan asap tidak kembali menyelimuti wilayah Kalimantan Barat.

Ia pun mengajak masyarakat untuk bersama-sama mendoakan agar hujan turun membawa keberkahan dan membantu mengakhiri persoalan asap.

Sementara itu, Pemkab Kubu Raya akan terus mengevaluasi kondisi udara hingga beberapa hari ke depan. Jika kualitas udara membaik, kebijakan pembelajaran tatap muka dapat kembali diberlakukan dan disampaikan kepada masyarakat melalui edaran. (Tim Liputan)

Editor: Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini