![]() |
| orban Dugaan Pemukulan Saat Aksi di Kantor Gubernur Kalbar Laporkan Peristiwa ke Polda |
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) —
Sejumlah korban dugaan pemukulan saat aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur
Kalimantan Barat (Kalbar), Selasa (20/10/2026), dilaporkan telah memasukkan
laporan ke Polda Kalbar pada Selasa malam. Para korban berharap laporan
tersebut ditindaklanjuti melalui proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Berdasarkan informasi yang
dihimpun, beberapa korban mengaku masih mengalami nyeri hebat di bagian kepala
dan kesulitan berbicara setelah diduga mengalami pemukulan serta tindakan
kuncian leher oleh sejumlah orang. Identitas maupun afiliasi pihak-pihak yang
diduga terlibat dalam insiden tersebut masih perlu dipastikan melalui
penyelidikan.
Para korban berharap kepolisian
dapat mengusut peristiwa tersebut secara objektif dan menyeluruh, termasuk
mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga melakukan kekerasan serta mengungkap
kronologi kejadian secara utuh.
Mereka juga meminta agar siapa
pun yang nantinya terbukti terlibat dalam tindakan kekerasan diproses sesuai
hukum yang berlaku.
Peristiwa ini turut memunculkan
desakan agar aparat penegak hukum memberikan perhatian serius terhadap dugaan
kekerasan yang terjadi di tengah penyampaian aspirasi masyarakat. Penanganan
perkara diharapkan dilakukan secara profesional, transparan, dan berdasarkan
bukti serta keterangan para saksi.
Di sisi lain, kondisi para korban
yang dilaporkan masih mengalami keluhan kesehatan menjadi perhatian.
Pemeriksaan medis diperlukan untuk memastikan kondisi mereka sekaligus
mendukung dokumentasi apabila dibutuhkan dalam proses penanganan perkara.
Sementara itu, hingga informasi
ini disusun, belum terdapat pernyataan resmi dari Gubernur Kalimantan Barat
terkait insiden dugaan kekerasan tersebut. Konfirmasi dari pihak kepolisian
mengenai penerimaan laporan, perkembangan penanganan perkara, serta identitas
pihak-pihak yang diduga terlibat juga masih diperlukan.
Perkembangan lebih lanjut
mengenai laporan para korban, kondisi kesehatan mereka, dan hasil penyelidikan
Polda Kalbar akan menjadi bagian penting dalam mengungkap peristiwa tersebut. (tim
liputan).
Editor : Heri
