MEMPAWAH – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 2 Pontianak terus mempercepat pengembangan layanan dan infrastruktur Pelabuhan Kijing di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Upaya ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas bongkar muat, memperlancar arus logistik, serta memperkuat peran pelabuhan sebagai penggerak perekonomian daerah.
Pelabuhan Kijing yang diresmikan Presiden ke 7 bapak Joko Widodo pada 2022 tersebut kini menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi pembangunan fasilitas maupun peningkatan arus barang.
Komitmen itu disampaikan dalam kegiatan media gathering yang mempertemukan puluhan jurnalis dari berbagai media cetak, elektronik, dan siber di Kalimantan Barat dengan jajaran manajemen PT Pelindo Regional 2 Pontianak. Dalam kegiatan tersebut, para jurnalis juga berkesempatan melihat langsung aktivitas bongkar muat dan fasilitas operasional Pelabuhan Kijing.
General Manager PT Pelindo Regional 2 Pontianak, Dewa Cipta Hadi, mengatakan perkembangan Pelabuhan Kijing terus menunjukkan tren positif seiring meningkatnya aktivitas kepelabuhanan dan kerja sama dengan sejumlah mitra strategis.
“Sejak diresmikan oleh Presiden ke 7 bapak Joko Widodo pada 2022, perkembangan Pelabuhan Kijing sangat pesat. Kami terus bekerja sama dengan mitra-mitra strategis untuk mengembangkan pelabuhan ini menjadi pelabuhan berstandar internasional,” ujar Dewa.
Ia menjelaskan, PT Pelindo Regional 2 Pontianak mengelola sejumlah pelabuhan, yakni Pelabuhan Pontianak (Dwikora), Kijing, Sintete, Pemangkat, dan Ketapang. Khusus di Pelabuhan Kijing, pengembangan dilakukan melalui pengelolaan kawasan penunjang kepelabuhan serta kerja sama dengan investor untuk mendukung peningkatan aktivitas dan kapasitas layanan.
Peningkatan aktivitas kunjungan kapal menjadi salah satu indikator perkembangan Pelabuhan Kijing. Berdasarkan perbandingan kinerja triwulan III 2025 dan triwulan III 2026, kunjungan kapal meningkat sekitar 43,1 persen dari 534 unit menjadi 764 unit, sedangkan GT kapal naik 61,5 persen dari 2.011848 GT menjadi 3.249.210 GT.
“Untuk Troughtput peti kemas di Terminal Kijing dari bulan Juni 2026 hingga September 2026 sudah mencapai 2.221 TEU,s ” jelas Dewa.
Pertumbuhan juga terlihat pada sejumlah jenis kargo. Aktivitas bongkar general cargo meningkat hampir 316,2 persen, curah cair naik 72,1 persen, bag cargo tumbuh 13,9 persen, dan curah kering meningkat 100,5 persen, kenaikan didapatkan dari realisasi yang sama pada periode sebelumnya.
Untuk mengantisipasi pertumbuhan tersebut, Pelindo terus menyiapkan dan meningkatkan kesiapan fasilitas operasional. Sejumlah peralatan pendukung, seperti hopper, crane, dan reach stacker, digunakan untuk menunjang kelancaran proses bongkar muat.
Selain itu, penambahan pada fasilitas dan peralatan pendukung operasional kepelabuhanan seperti rubber tyred gantry (RTG) Quay Container crane (QCC) dan peralatan lainnya.
Selain meningkatkan fasilitas di dalam kawasan pelabuhan, Pelindo Regional 2 Pontianak juga mendorong penyelesaian proyek relokasi jalan nasional yang sebelumnya melintasi kawasan Pelabuhan Kijing.
Relokasi tersebut diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan logistik, meningkatkan kelancaran operasional pelabuhan, serta mendukung konektivitas transportasi darat di kawasan Mempawah.
Dewa menjelaskan, proses relokasi jalan nasional saat ini masih menunggu penyelesaian tahapan serah terima barang milik negara dari Kementerian Keuangan.
“Rencana relokasi jalan nasional saat ini sedang menunggu proses serah terima barang milik negara dari Kementerian Keuangan. Harapannya, pada akhir 2027 atau awal 2028, relokasi jalan nasional ini sudah bisa diselesaikan secara penuh,” ungkapnya.
Pengembangan Pelabuhan Kijing juga didukung sinergi dengan sejumlah mitra strategis baik PMDN maupun PMA di antaranya seperti PT Pacific Bio Industry, PT Khatulistiwa Cakrawala (Apical Group), PT Energi Unggul Persada, dan PT Riya Pacific Nabati, yang seluruhnya bergerak di bidang pengolahan produk kelapa sawit (CPO) dan turunannya. Selain itu, Pelindo juga terus berkolaborasi dengan Mind ID Group dalam rangka mendukung kelancaran program hilirisasi alumina yang merupakan salah satu program unggulan pemerintah di bidang percepatan pertumbuhan ekonomi nasional.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem kepelabuhanan, meningkatkan aktivitas logistik, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi di Kalimantan Barat.
Dengan peningkatan arus barang, kesiapan fasilitas bongkar muat, dan pengembangan infrastruktur pendukung, Pelindo optimistis Pelabuhan Kijing akan semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu simpul logistik strategis di Kalimantan Barat.
Pengembangan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan daya saing layanan kepelabuhanan, tetapi juga mendorong kelancaran distribusi barang, memperkuat konektivitas antardaerah, dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi Kalimantan Barat.
