Mahasiswa UNTAN Terpilih Jadi Duta Google AI, Siap Perkuat Literasi Digital

Editor: leoian790@gmail.com author photo

 


KALBARNEWS.CO.ID PONTIANAK – Sebanyak 14 mahasiswa Universitas Tanjungpura (UNTAN) berhasil lolos sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026 Batch 2. Pencapaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi UNTAN sekaligus membuka peluang bagi para mahasiswa untuk mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial atau Artificial Intelligence (AI) secara bijak, kreatif, dan bertanggung jawab di lingkungan kampus.

Keberhasilan tersebut terbilang istimewa. Dari lebih dari 85.000 pendaftar yang berasal dari 2.094 perguruan tinggi di Indonesia, hanya sekitar 2.000 mahasiswa yang terpilih untuk mengikuti program GSA 2026 Batch 2, termasuk 14 mahasiswa UNTAN.

Keempat belas mahasiswa itu berasal dari berbagai program studi, mulai dari Teknik Sipil, Manajemen, Informatika, Akuntansi, Ilmu dan Teknologi Pangan, Agroteknologi, Pendidikan Bahasa Inggris, Hubungan Internasional, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, hingga Statistika.

Keberagaman latar belakang akademik tersebut menunjukkan bahwa pemahaman dan pemanfaatan AI kini semakin relevan bagi mahasiswa dari berbagai disiplin ilmu, baik untuk mendukung proses pembelajaran maupun mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja.

Di antara mahasiswa yang berhasil lolos, Nasywa Rizqa Aulia, mahasiswa Program Studi Teknik Sipil angkatan 2023, dan Andika Yoga Prasetya dari Program Studi Manajemen angkatan 2025, menjadi dua sosok yang memiliki semangat serupa dalam memanfaatkan kesempatan tersebut.

Bagi Nasywa, Google Student Ambassador bukan sekadar kesempatan untuk mengenal teknologi lebih jauh, tetapi juga menjadi ruang untuk menghadirkan manfaat bagi orang lain melalui pemanfaatan AI. Sementara bagi Andika, program ini merupakan kesempatan untuk memperdalam pengetahuan tentang kecerdasan artifisial sekaligus membagikan pengalaman dan wawasan kepada mahasiswa lainnya.

Meski berasal dari bidang studi yang berbeda, keduanya memiliki tujuan yang sama, yakni mendorong pemanfaatan teknologi secara positif agar dapat memberikan dampak nyata bagi lingkungan akademik.

Perjalanan menjadi Google Student Ambassador tidak diraih secara instan. Para peserta harus melewati sejumlah tahapan seleksi, mulai dari pembuatan konten bertema Google AI, wawancara melalui rekaman mandiri atau self-recorded interview, hingga pengumuman hasil seleksi pada 1 Oktober 2026.

Bagi Nasywa, salah satu tantangan terbesar adalah menyusun materi wawancara berdurasi empat menit. Ia harus mampu menyampaikan gagasan secara padat, jelas, dan menarik tanpa melewati batas waktu yang ditentukan.

Sementara itu, Andika menghadapi tantangan dalam membagi waktu antara kewajiban perkuliahan dan berbagai tahapan seleksi. Ia harus menyelesaikan sejumlah misi, termasuk merancang proyek kontribusi serta membuat video Gemini Challenge dalam waktu yang relatif singkat.

Untuk menghadapi tantangan tersebut, keduanya mempersiapkan diri dengan mempelajari Google Gemini beserta berbagai fitur yang tersedia. Pengalaman mengikuti organisasi, kepanitiaan, dan kegiatan kemahasiswaan juga menjadi bekal penting dalam mengembangkan kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kolaborasi.

Setelah dinyatakan lolos, para peserta akan menjalankan peran sebagai Google Student Ambassador hingga Januari 2027. Keberhasilan lolos sebagai GSA 2026 Batch 2 disambut dengan rasa syukur dan antusiasme oleh Nasywa maupun Andika.

Bagi Nasywa, pencapaian ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan kepercayaan diri, mengasah kemampuan berbicara di depan publik, serta memperkuat portofolio untuk mendukung rencana pendidikan dan kariernya pada masa mendatang.

Sementara itu, Andika menilai keberhasilan tersebut sebagai salah satu pencapaian terbaiknya pada tahun ini. Program GSA juga membuka kesempatan baginya untuk memperluas jejaring dan bertukar pengalaman dengan mahasiswa terpilih dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

Namun, bagi keduanya, manfaat program ini tidak berhenti pada pencapaian pribadi. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh diharapkan dapat dibagikan kepada mahasiswa lain agar semakin banyak yang memahami potensi AI sekaligus mampu menggunakannya secara bertanggung jawab.

Nasywa berencana menggagas program podcast yang membahas pemanfaatan AI dalam kehidupan akademik. Melalui inisiatif tersebut, ia ingin membangun pemahaman bahwa AI bukanlah teknologi yang menggantikan peran manusia, melainkan alat bantu yang dapat meningkatkan kualitas pembelajaran apabila digunakan secara tepat.

Menurutnya, mahasiswa perlu memahami tidak hanya kemampuan AI dalam membantu menyelesaikan pekerjaan, tetapi juga etika penggunaannya agar teknologi tersebut tidak menghilangkan peran berpikir kritis, kreativitas, dan tanggung jawab pribadi.

Di sisi lain, Andika berencana menyelenggarakan lokakarya dan seminar mengenai pemanfaatan Google Gemini bagi mahasiswa UNTAN. Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang belajar bersama untuk mengenal berbagai fitur AI dan mengoptimalkannya dalam mendukung aktivitas perkuliahan maupun pengembangan diri.

Melalui kegiatan tersebut, ia ingin memastikan bahwa pengetahuan yang diperoleh selama mengikuti program GSA tidak hanya bermanfaat bagi dirinya sendiri, tetapi juga dapat dirasakan oleh mahasiswa yang lebih luas.

Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuat kemampuan memahami AI tidak lagi sekadar menjadi nilai tambah, melainkan kebutuhan bagi mahasiswa dari berbagai bidang ilmu. Pemanfaatan AI secara tepat dapat membantu meningkatkan produktivitas, menghemat waktu, serta mendukung penyelesaian berbagai persoalan akademik. Meski demikian, penggunaannya tetap harus disertai kemampuan berpikir kritis, verifikasi informasi, dan pemahaman terhadap etika digital.

Karena itu, Nasywa dan Andika mengajak mahasiswa UNTAN yang ingin mengikuti program Google Student Ambassador pada periode berikutnya agar tidak ragu mengambil kesempatan untuk berkembang.

Persiapan sejak dini, kemauan untuk terus belajar, serta konsistensi dalam mengasah kemampuan menjadi sejumlah bekal penting untuk menghadapi proses seleksi. Pengalaman berorganisasi dan keberanian mencoba hal baru juga dapat menjadi modal untuk mengembangkan potensi diri.

Keberhasilan 14 mahasiswa UNTAN menembus program Google Student Ambassador 2026 Batch 2 diharapkan tidak hanya menjadi prestasi yang membanggakan bagi universitas, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat budaya literasi AI di lingkungan kampus.

Dengan semangat berbagi pengetahuan, berkolaborasi, dan terus berinovasi, para mahasiswa terpilih diharapkan mampu menginspirasi rekan-rekannya untuk memanfaatkan teknologi secara kreatif, etis, dan bertanggung jawab dalam menghadapi tantangan era digital.

Share:
Komentar

Berita Terkini