
Bupati Sujiwo Pangkas Seremonial, Genjot PAD dan Perkuat Kolaborasi
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Kondisi fiskal daerah yang semakin terbatas menjadi tantangan bagi Pemerintah Kabupaten Kubu Raya. Bupati Kubu Raya Sujiwo menyebut pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) hampir 40 persen membuat banyak daerah harus melakukan penyesuaian anggaran.
Sujiwo mengatakan, langkah pertama yang dilakukan Pemkab Kubu Raya adalah melakukan efisiensi, terutama terhadap kegiatan yang bersifat seremonial dan operasional yang dinilai tidak memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Hal-hal yang sifatnya seremonial, operasional yang tidak terlalu bermanfaat untuk rakyat, harus langsung kita hapus,” tegas Sujiwo.
Selain efisiensi, Pemkab Kubu Raya juga akan menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Menurutnya, peningkatan pendapatan menjadi penting untuk menjaga kemampuan daerah membiayai kebutuhan masyarakat di tengah kondisi fiskal yang sulit.
Strategi berikutnya adalah memperkuat kolaborasi, mulai dari pemerintah desa, kabupaten, provinsi hingga pemerintah pusat. Sujiwo juga mendorong optimalisasi peran pihak ketiga, CSR serta semangat gotong royong masyarakat.
Untuk menjaga pembangunan tetap berjalan, Pemkab Kubu Raya juga sempat mengajukan pinjaman sekitar Rp38 miliar kepada Bank Kalbar. Namun, Sujiwo optimistis kewajiban tersebut dapat diselesaikan lebih cepat, bahkan ditargetkan lunas pada Juni tahun depan.
“Pembangunan kita tetap harus melaju. Kita mampu membangun komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat, pemerintah provinsi dan pihak-pihak lainnya,” ujar Sujiwo. (tim Liputan)
Editor : Aan