
Dari Ruang Kreatif Ke Panggung Karya: Peserta Intensif Musikal Budaya Hadirkan Menanggung Dua Panggung
KALBARNEWS.CO.ID (JAKARTA) – Selama 13 tahun hadir di tengah masyarakat,
Galeri Indonesia Kaya terus membuka ruang bagi talenta muda Indonesia untuk
belajar, berkarya, dan terlibat dalam ekosistem seni pertunjukan Indonesia.
Sebagai bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-13, Galeri Indonesia Kaya mempersembahkan pertunjukan Menanggung Dua Panggung oleh Peserta Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya, sebuah pertunjukan musikal jukebox yang menjadi kelanjutan perjalanan para peserta dalam mengembangkan kemampuan dan berkarya di dunia seni pertunjukan.( 24 Oktober 2026 )
Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya merupakan program pelatihan yang dipersembahkan Indonesia Kaya sejak 2019 untuk mengembangkan talenta seni panggung dan mendukung regenerasi pelaku teater musikal Indonesia.
Pada Mei 2025, 45 peserta program batch 3 telah menyelesaikan kelas yang berlangsung selama delapan bulan, di mana 15 di antaranya berkesempatan untuk mengikuti pelatihan musikal bersama West End Stage di London pada Desember 2025.
Pertunjukan Menanggung Dua Panggung
menjadi kesempatan bagi ke-15 peserta tersebut untuk meneruskan pengalaman
belajar tersebut ke dalam proses kreatif dan pementasan karya di Indonesia.
Menanggung Dua Panggung berkisah tentang Ranting, seorang pemain teater yang juga menjadi tulang punggung keluarga. Sebagai bagian dari Teater Jalar, ia selama ini menjalani mimpinya sebagai pemeran utama di atas panggung. Namun, setelah lulus kuliah, Ranting harus langsung bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Di tengah tuntutan untuk menunjukkan performa di tempat
kerja dan dedikasi yang dibutuhkan dunia teater, Ranting terombang-ambing di
antara dua panggung. Ranting mulai mempertanyakan apakah sorotan yang selama
ini ia kejar benar-benar menentukan nilai dirinya.
Dalam pertunjukan berdurasi sekitar 60 menit, kisah Ranting mengajak penonton untuk melihat pergulatan seseorang dalam menyeimbangkan tanggung jawab, tuntutan hidup, dan ruang bagi mimpi serta jati dirinya.
Cerita tersebut disampaikan melalui naskah
orisinal dan format musikal jukebox yang memadukan dialog, musik, dan
gerak panggung melalui tujuh lagu, yaitu Keroncong Kemayoran, Semua
Ini Untuk Apa karya Donne Maulana, Makin Lelah karya Payung Teduh, Melukis
Senja karya Budi Doremi, Sempurnanya Aku karya NPD, Hasrat
Menyala karya Mus Mulyadi, dan Kroncong Protol karya Bondan Prakoso
& Fade2Black.
“Selama 13 tahun, Galeri
Indonesia Kaya berupaya terus tumbuh bersama Indonesia dengan menghadirkan
ruang bagi talenta muda untuk belajar dan mengembangkan potensi serta
ekosistem seni pertunjukan secara
langsung. Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya menjadi salah satu wujud
komitmen kami untuk mendukung proses belajar dan regenerasi talenta seni
pertunjukan. Melalui Menanggung Dua Panggung, para peserta melanjutkan
perjalanan mereka dari pelatihan menuju penciptaan dan pementasan karya. Kami
berharap, karya ini dapat menjadi bagian dari upaya menumbuhkan ekosistem seni
pertunjukan sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni pertunjukan
Indonesia,” ujar Renitasari Adrian, Program Director Galeri Indonesia
Kaya.
Proses kreatif Menanggung
Dua Panggung juga melibatkan alumni program Intensif Musikal Budaya dalam
sejumlah posisi penting, mulai dari Aldafi Adnan sebagai sutradara, Mariska
Setiawan sebagai pengarah vokal, hingga Ayu Gurnitha sebagai
koreografer. Keterlibatan mereka memperlihatkan bagaimana pengalaman dan
pembelajaran dari program dapat terus berkembang melalui kolaborasi serta
berbagai pengetahuan dalam produksi seni pertunjukan.
Herve Pierre Sidharta, salah satu perwakilan peserta Ruang Kreatif Intensif Musikal Budaya, yang juga merupakan Abang Jakarta 2026 mengungkapkan,
"Kesempatan untuk mementaskan Menanggung Dua Panggung menjadi pengalaman berharga bagi saya dan teman-teman. Setelah mendapat kesempatan untuk belajar lebih dalam bersama West End Stage di London, kini kami bisa membawa pengalaman tersebut ke panggung dan tampil di hadapan penikmat seni di rumah kami, Galeri Indonesia Kaya.
Ada kebahagiaan tersendiri bisa sampai di tahap ini, setelah
melalui proses belajar, mengolah cerita, dan bekerja sama dalam mewujudkan
pertunjukan. Melalui karya ini, kami juga ingin mengajak penonton melihat
bagaimana seseorang berusaha menyeimbangkan tanggung jawab dan impiannya."
Ditampilkan dalam 3 pertunjukan pada 23 dan 24 Oktober 2026, pertunjukan ini menghadirkan naskah orisinal yang ditulis oleh dua peserta Ruang Kreatif Penulisan Naskah Teater Musikal, yakni Aprillia Ramadhina dan Jessica Gabriella. Karya tersebut dikembangkan melalui proses penulisan dan bimbingan penulis naskah profesional, Widya Arifianti, serta menjadi bagian dari upaya program Ruang Kreatif untuk membuka kesempatan bagi talenta seni tidak hanya sebagai performer, tetapi juga sebagai pencipta karya.
Aprillia telah berkarier di industri media dan konten selama lebih dari satu dekade. Ia pernah menulis naskah musikal Anugerah Terindah bersama Agus Noor, yang mengolah lagu-lagu Sheila on 7 menjadi pertunjukan musikal.
Sementara itu, Menanggung
Dua Panggung menjadi debut bagi Jessica sebagai penulis musikal. Lulusan
pendidikan Kimia di Institut Teknologi Bandung ini menjadikan menulis sebagai
ruang untuk mengeksplorasi pengalaman manusia, hubungan, mimpi, dan perjalanan
menemukan diri sendiri.
Adapun 15 peserta yang
tampil dalam Menanggung Dua Panggung oleh Peserta Ruang Kreatif Intensif
Musikal Budaya adalah:
|
No |
Nama |
Peran |
|
1. |
Jennifer
Kristi Rengka |
Ranting |
|
2. |
Ariel
Marcelino |
Rimba |
|
3. |
Muhammad
Fathur (Ojak) |
Jendra |
|
4. |
Patricia
Dharma Widyantara |
Indri |
|
5. |
Nabil
Naratama |
MGB
Albert |
|
6. |
Herve
Pierre Sidharta |
MGB
Boy |
|
7. |
Muhammad
Barly Putra |
MGB
Charlie |
|
8. |
Janitra
Diva Permatasari |
Mpok
Sari |
|
9. |
Andhika
Firman Agung |
Bang
Ucup |
|
10. |
Joan
Raisa Larantuka |
Dara |
|
11. |
Melody
Asri Fatimah |
Amel |
|
12. |
Phanuel
Nareswara Hananto |
Wisnu |
|
13. |
Ricky
Alvano |
Enzo |
|
14. |
Dwynna
Wyn Gunawan |
MCiska |
|
15. |
Felicia
Caroline |
Vanessa
Glamora |
Sejak diresmikan pada 10 Oktober 2013, Galeri Indonesia Kaya telah dikunjungi lebih dari 1.000.000 pengunjung dan menyelenggarakan lebih dari 3.000 pertunjukan dengan pendekatan kreatif yang memadukan kekayaan budaya Indonesia dan konsep kekinian.
Dalam perjalanannya, lebih dari 2.000 pekerja seni telah terlibat dalam berbagai kegiatan, mulai dari tari, teater, teater musikal, monolog, pertunjukan musik, apresiasi sastra, hingga kunjungan budaya.
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari
upaya Galeri Indonesia Kaya untuk menghadirkan seni dan budaya Indonesia dalam
bentuk yang dekat, menarik, dan relevan bagi masyarakat lintas generasi.