Bupati Sujiwo Tegaskan Komitmen untuk Pesantren di Kubu Raya, Hibah hingga Akses Jalan Jadi Perhatian

Editor: Redaksi author photo

Bupati Sujiwo Tegaskan Komitmen untuk Pesantren di Kubu Raya, Hibah hingga Akses Jalan Jadi Perhatian

KALBARNEWS.CO.ID
(KUBU RAYA)
– Bupati Kubu Raya H. Sujiwo menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memberikan perhatian terhadap keberadaan pondok pesantren dan para santri di Kabupaten Kubu Raya, meskipun kondisi keuangan daerah memiliki keterbatasan.

Hal tersebut disampaikan Sujiwo dalam momentum peringatan Hari Santri Nasional 2026. Ia menegaskan, dukungan terhadap pondok pesantren tidak boleh diragukan, karena lembaga pendidikan keagamaan memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak.

Menurut Sujiwo, meskipun urusan pondok pesantren bukan merupakan kewajiban utama pemerintah kabupaten, dirinya bersama Wakil Bupati Sukiryanto tetap berupaya memberikan dukungan sesuai kemampuan daerah.

“Jangan pernah ragukan sikap pemerintah dan kepemimpinan saya bersama Pak Sukiryanto terhadap keberadaan pondok pesantren. Kami akan terus berupaya memberikan perhatian, baik melalui hibah, bantuan sosial, pembangunan, maupun akses jalan menuju pondok-pondok pesantren,” tegas Sujiwo.

Ia mengakui, keterbatasan anggaran dan waktu menjadi tantangan dalam memenuhi seluruh kebutuhan pondok pesantren. Karena itu, Sujiwo meminta para pimpinan pondok pesantren untuk tetap bersabar dan memahami kondisi yang dihadapi pemerintah daerah.

Namun, ia memastikan keterbatasan tersebut tidak menghilangkan komitmen pemerintah untuk terus berupaya membantu pengembangan pesantren di Kubu Raya.

Sujiwo juga menyampaikan tekad agar pondok pesantren semakin menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya warga Kubu Raya dan Kalimantan Barat, dalam memberikan pendidikan agama kepada anak-anak mereka.

Untuk mewujudkan harapan tersebut, menurutnya, masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dibenahi bersama. Mulai dari kondisi bangunan pesantren, kelayakan ruang belajar, kebersihan sanitasi, lingkungan, akses jalan, hingga kualitas tenaga pendidik.

“Bagaimana orang tua akan mengirim anaknya ke pondok pesantren kalau kondisi pondoknya kumuh, ruang belajarnya tidak layak, sanitasinya kotor, dan akses jalannya rusak? Ini menjadi tantangan yang harus kita jawab bersama,” ujarnya.

Ia menilai, pengembangan pondok pesantren tidak cukup hanya dengan mendorong minat masyarakat. Kualitas sarana dan prasarana serta mutu pendidikan juga perlu mendapat perhatian agar orang tua merasa yakin dan nyaman menitipkan anak-anak mereka untuk menimba ilmu agama.

Pada kesempatan itu, Sujiwo mengucapkan selamat memperingati Hari Santri Nasional 2026. Ia berharap para santri terus bersemangat dalam menuntut ilmu dan para pimpinan pondok pesantren tetap istiqamah dalam menjalankan tugas pendidikan.

“Walaupun saya mungkin belum banyak waktu untuk membersamai, yakinlah pondok pesantren ada di hati saya,” tutupnya. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini