
886 Titik Panas Terdeteksi di Kalimantan Barat, Ketapang Mendominasi
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) — Sebanyak 886 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Kalimantan Barat pada Selasa, 6 Oktober 2026, berdasarkan pemantauan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Barat.
Data yang ditampilkan BMKG dalam Sebaran Titik Panas Kalbar periode 00.00–23.59 WIB menunjukkan bahwa sebagian besar hotspot berada di wilayah Kabupaten Ketapang, dengan jumlah mencapai 790 titik. Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kabupaten lainnya.
Selain Ketapang, sejumlah wilayah juga terpantau memiliki titik panas, di antaranya Sintang sebanyak 39 titik, Kayong Utara 20 titik, Kapuas Hulu 12 titik, Sekadau 11 titik, Sanggau 8 titik, Landak 3 titik, dan Melawi 3 titik.
Dari total 886 hotspot yang terdeteksi, BMKG mencatat 810 titik berada pada tingkat kepercayaan menengah, 62 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi, dan 14 titik dengan tingkat kepercayaan rendah.
🚨 Ketapang Jadi Perhatian Utama
Dominasi hotspot di Ketapang menjadi perhatian serius karena wilayah tersebut menyumbang hampir 90 persen dari seluruh titik panas yang terdeteksi di Kalimantan Barat pada periode tersebut.
Tingginya jumlah titik panas dapat menjadi indikasi adanya aktivitas pembakaran lahan maupun potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Namun, hotspot tidak otomatis berarti kebakaran, karena titik panas merupakan indikasi anomali suhu permukaan yang terdeteksi oleh sensor satelit.
BMKG menjelaskan bahwa pemantauan hotspot dilakukan menggunakan sensor VIIRS dan MODIS pada satelit polar seperti NOAA-20, S-NPP, Terra, dan Aqua. Satelit tersebut mendeteksi wilayah yang mengalami anomali suhu panas dibandingkan kondisi di sekitarnya.
“Hotspot di suatu wilayah tidak selalu berarti terjadi kebakaran. Titik panas merupakan indikasi adanya anomali suhu yang perlu diverifikasi di lapangan.”
☀️ Cuaca dan Kondisi Lapangan Perlu Diwaspadai
Deteksi hotspot dilakukan pada siang dan malam hari untuk masing-masing satelit. Meski demikian, BMKG mengingatkan bahwa awan tebal maupun blank zone dapat menghalangi satelit sehingga hotspot di suatu wilayah tidak terdeteksi.
Dengan munculnya ratusan titik panas, terutama di Ketapang, kewaspadaan terhadap potensi karhutla perlu terus ditingkatkan. Pemantauan lanjutan dan pengecekan lapangan menjadi penting untuk memastikan apakah titik-titik tersebut berkaitan dengan kebakaran atau sumber panas lainnya.
Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan segera melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran hutan maupun lahan.