Taman Kehati Sekadau Didorong Jadi Pusat Edukasi Ekologi Generasi Muda

Editor: Redaksi author photo

 Taman Kehati Sekadau Didorong Jadi Pusat Edukasi Ekologi Generasi Muda

KALBARNEWS.CO.ID (SEKADAU) — Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati) Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, didorong tidak hanya menjadi kawasan pelestarian tanaman khas Kalimantan, tetapi juga pusat pendidikan ekologi bagi generasi muda.


Taman Kehati yang memiliki luas sekitar 30,2 hektare tersebut dibangun pada 2010. Pemerintah Kabupaten Sekadau melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyebut kawasan itu menjadi salah satu Taman Kehati yang pertama dibangun di Kalimantan Barat.


Beragam tanaman khas Kalimantan tumbuh di kawasan tersebut. Di antaranya tengkawang, berbagai varietas durian, ulin atau belian, sotar atau gandaria, rambai, serta sejumlah jenis buah-buahan hutan lainnya.


Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sekadau Apeng Petrus mengatakan, keberadaan Taman Kehati memiliki fungsi penting untuk menjaga tanaman khas Kalimantan agar tetap dikenal dan dimanfaatkan oleh generasi mendatang.


“Tidak menutup kemungkinan 50 sampai 100 tahun yang akan datang sudah banyak tanaman khas Kalimantan akan punah di hutan karena arus perubahan zaman dan masifnya alih fungsi lahan untuk berbagai macam kebutuhan manusia,” kata Apeng 


Menurut Apeng, kondisi tersebut perlu diantisipasi dengan upaya konservasi sejak sekarang. Salah satunya melalui pengembangan Taman Kehati sebagai tempat pelestarian berbagai spesies tanaman lokal.


Ia juga berharap kawasan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai tempat penelitian dan pembelajaran ekologi bagi mahasiswa, pelajar, serta generasi muda.


“Anak cucu kita jangan sampai tidak kenal lagi berbagai jenis tanaman dan buah-buahan khas Kalimantan,” ujarnya.


Ajak masyarakat menanam

Apeng mengajak ASN Pemerintah Kabupaten Sekadau, pelajar, masyarakat, organisasi, dan berbagai kelompok lainnya ikut memperkaya koleksi tanaman di Taman Kehati.


Ia mengusulkan kegiatan masyarakat, seperti peringatan ulang tahun, reuni, maupun kegiatan organisasi, dapat disertai dengan aksi penanaman pohon khas Kalimantan.


“Kalau ada kegiatan ulang tahun, kegiatan reuni, kegiatan organisasi dan kegiatan-kegiatan lain, ayo isi kegiatan tersebut dengan menanam pohon khas Kalimantan di Taman Kehati untuk memperkaya spesies tanaman yang ada di sana,” kata Apeng.


Selain fungsi konservasi dan pendidikan, Taman Kehati juga diharapkan dapat menjadi alternatif ruang rekreasi terbuka bagi masyarakat.


Dengan demikian, kawasan seluas puluhan hektare itu diharapkan dapat menjalankan sejumlah fungsi sekaligus, mulai dari pelestarian keanekaragaman hayati, pendidikan lingkungan, penelitian, hingga ruang terbuka bagi masyarakat.(Al)

Share:
Komentar

Berita Terkini