Penanganan Karhutla Butuh Kebersamaan dan Rasa Empati Seluruh Warga

Editor: leoian790@gmail.com author photo



KALBARNEWS.CO.ID KAYONG UTARA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah Kecamatan Sukadana mendapat perhatian penuh dari pemerintah daerah dan jajaran unsur Forkopimcam. Menindaklanjuti laporan serta upaya awal dari rekan-rekan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang telah bergotong royong berjuang memadamkan api, Satgas Karhutla Kabupaten Kayong Utara langsung bergerak cepat ke lokasi kejadian.

‎Bupati Kayong Utara, Romi Wijaya, S.Sos., M.Si., turun langsung memimpin aksi pemadaman di lapangan. Beliau hadir didampingi Camat Sukadana Ismail UJ, S.H., Kapolsek Sukadana Ipda Muhammad Iqbal, S.H., serta Plt. Kasat Pol PP Kabupaten Kayong Utara, Andri Candra. Aksi tanggap darurat dan peninjauan titik api (ground check) tersebut dilaksanakan pada Sabtu (26/9/2026) malam hingga pukul 02.30 WIB dini hari.

‎‎Penanganan dipusatkan di perbatasan Desa Sejahtera dan Simpang Tiga Dusun Tanjung Gunung, melingkupi RT 10 Dusun Tanjung Gunung hingga Dusun Parit Bugis, Kecamatan Sukadana (koordinat -1.314893, 110.047140), dengan luasan area terdampak sekitar 10 hektar lahan mineral dan perkebunan.

‎Camat Sukadana, Ismail Usman Jerry, S.H., menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kesigapan Satgas Kabupaten serta dedikasi tim MPA dan para relawan di lapangan.

‎‎"Menindaklanjuti informasi dan perjuangan awal rekan-rekan Masyarakat Peduli Api (MPA) yang sudah bahu-membahu di lokasi, Satgas Kabupaten segera hadir untuk memperkuat penanganan. Bapak Bupati berkenan memimpin langsung upaya pemadaman bersama Kapolsek Sukadana Ipda Muhammad Iqbal, Plt. Kasat Pol PP Andri Candra, serta gabungan personel dari TNI, Polres Kayong Utara, Manggala Agni, BNPB/BPBD, Satpol PP, dan relawan masyarakat," tutur Ismail saat dikonfirmasi, Minggu (27/9/2026).

‎‎Camat Sukadana yang biasa dipanggil Uje menjelaskan bahwa upaya pemadaman dibagi menjadi dua titik fokus (Lokasi 1 dan Lokasi 2). Berkat kerja keras seluruh pihak, seluruh area seluas 10 hektar berhasil ditangani dan dilanjutkan dengan proses pendinginan (cooling down), sehingga situasi di lokasi dipastikan dalam keadaan aman, kondusif, dan terkendali.

‎Di samping rasa syukur atas terkendalinya api, Camat Sukadana menyampaikan harapan mendalam mengenai pentingnya menumbuhkan rasa kepedulian dan rasa memiliki (sense of belonging) di tengah masyarakat ketika musibah terjadi.

‎‎"Kami sangat mengapresiasi kebersamaan yang telah terjalin. Namun, di sisi lain, kami juga ingin mengajak saudara-saudara kita yang mungkin kemarin masih belum sempat berpartisipasi atau sekadar menyaksikan, agar ke depan dapat bersama-sama tergerak hatinya. Musibah karhutla ini adalah ujian bagi kita semua, dan alangkah indahnya jika kita bisa menyikapinya dengan rasa empati serta saling bahu-membahu," ujar Ismail dengan lembut.

‎‎Ia menekankan bahwa kebersamaan antara pemerintah, aparat, dan masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga keselamatan lingkungan tempat tinggal bersama.

‎"Menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan oleh satu atau dua pihak saja. Di saat kita sedang berikhtiar membangun kekompakan, dukungan dan hadirnya masyarakat secara langsung sangat berarti bagi para petugas dan relawan di lapangan. Mari kita bersama-sama mempererat tali gotong royong, saling peduli, dan tidak membakar lahan demi mewujudkan Sukadana yang aman dan nyaman bagi anak cucu kita," pungkas Camat Sukadana.

Share:
Komentar

Berita Terkini