Melihat Ponton Bermuatan Kandas di Destenasi Wisata Pasir Musiman Sungai Raya Sekadau

Editor: Redaksi author photo

 Melihat Ponton Bermuatan Kandas di Destenasi Wisata Pasir Musiman Sungai Raya Sekadau

KALBARNEWS.CO.ID (SEKADAU)
- Kemarau Panjang yang melanda Kalimantan Barat bedampak pada menyusutnya debet air sungai Kapuas di Wilayah Kabupaten Sekadau. tak hanya berdampak pada Potensi Karhutla, kekeringan juga menimbulkan dampak lainya. 


Di perairan Kapuas Wilayah Rt Sungai Raya, Dusun Teluk Pasir, Desa Tanjung, Kecamatan Sekadau Hilir, saat ini satu buah Ponton bermuatan dan satu kapal tak boat pendorong terdampar diatas hamparan pasir sungai Kapuas. 


Tak kurang dari satu bulan terakhir, tongkang besi yang katanya bermuatan kernel (cangkang sawit) itu tidak bergerak akibat  kandas. 


Bahkan kini posisi kapal dan ponton bermuatan ratusan ton dengan nomor lambung E-D 180 dan seri GT. 838 No. 2490/HH2, itu berada di pinggiran hamparan pasir yang menjangkau ke tengah Sungai Kapuas. 


Diatas ponton, terpantau adanya aktifitas kru kapal Takboat memperbaiki terpal hijau yang menutupi muatan ponton. 


Penomena ini dalam beberapa wkatu terakhir ramai menjadi objek vidio dan foto serta di unggah masyarakat ke media sosial. 


"Sudah lebih sebulan katanya kapal dan ponton ini terdampar di sini, kandas saat air masih ada dibagian lambung ponton, sekarang tambah parah, air semakin surut," ujar salah satu warga saat melihat kondisi ponton sekaligus berwisata di hamparan pasir, Selasa 1 September 2026, sore. 


Pantauan di lokasi, hamparan pasir di wilayah ini (Sungai Raya) cukup luas, bahkan sampai ke tengah sungai Kapuas. ratusan warga dari kota Sekadau dan sekitarnya mendatangi lokasi ini bersama keluarga, kawan dan anak untuk menikmati destinasi wisata musiman ini sembari mandi di sungai Kapuas. 


Masih dilokasi ini, tak hanya Ponton besi yang menjadi korban kemarau, terpantau dua buah lanting jek (pencari emas) yang masih dilengkapi mesin dan peralatan kerja juga kini telah berada diatas hampar pasir. 


Sementara, di kanan kiri sungai, dengan jarak pandang terbatas, sejumlah wilayah dan pemukim masyarakat tak terlihat akibat di tutupi asap yang masih tebal di wilayah Sekadau. 


Matahari sore di arah barat saat akan menutup siang, terlihat berwarna merah menjadikan sunset sore hari indah namun "sedap ngeri".


"Asap masih kuat, bahkan semakin tebal, lihat matari saja merah merona , " timpal warga. (Al)

Share:
Komentar

Berita Terkini