KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Penyaluran bahan bakar minyak (BBM) kepada nelayan di wilayah Rasau Jaya menjadi perhatian setelah proses distribusi disebut berlangsung hingga malam hari. Kondisi tersebut dinilai tidak biasa karena penyaluran BBM selama ini umumnya dilakukan pada pagi hingga sore hari.
Direktur PT Adil Makmur Persada selaku pengelola SPBU Pelabuhan Rasau Jaya, Sy. Abdullah, menjelaskan bahwa penyaluran tersebut bermula dari rekomendasi yang diserahkan pihak pengangkut BBM kepada SPBU.
Menurut Abdullah, kapal motor yang akan mengangkut BBM telah berada di Rasau Jaya selama sekitar empat hari. Rekomendasi kemudian diserahkan pada Jumat dan diproses ke Pertamina untuk meminta penyaluran BBM ke SPBU agar selanjutnya dapat diberikan kepada nelayan, Senin (28/9/2026).
Setelah BBM tiba di lokasi sekitar pukul 21.00 hingga 22.00 WIB, pihak pengangkut meminta agar BBM segera disalurkan karena mereka telah menunggu selama beberapa hari.
“Saya bilang tidak boleh malam ini. Tetapi mereka sudah menunggu empat hari dan meminta agar segera disalurkan. Karena memikirkan nelayan, akhirnya saya salurkan, dengan catatan memang ini bukan kebiasaan kami,” ujar Abdullah.
Abdullah menegaskan, selama ini pihaknya tidak pernah melakukan penyaluran BBM pada malam hari. Penyaluran biasanya dilakukan pada pagi hingga sore hari.
Ia juga mengungkap adanya perbedaan antara rekomendasi dengan teknis pengangkutan di lapangan. Dalam rekomendasi, BBM disebut diperuntukkan dalam kemasan jeriken. Namun, di lapangan BBM justru dimuat menggunakan drum berwarna biru.
Selain itu, karena fasilitas penyaluran tidak dapat langsung menjangkau kapal, pihak pengangkut menggunakan sambungan paralon untuk mengalirkan BBM dari titik penyaluran menuju kapal.
Abdullah menyebut persoalan teknis tersebut perlu menjadi perhatian agar mekanisme penyaluran BBM ke depan lebih jelas dan sesuai prosedur.
“Untuk ke depan, informasi dari Pertamina, kapal pengangkut akan disiapkan sehingga prosesnya tidak lagi seperti sekarang. Kalau sementara masih menggunakan jeriken, kami tetap siap melayani,” katanya.
Abdullah berharap persoalan distribusi BBM untuk nelayan dapat segera ditata sehingga kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi tanpa mengabaikan ketentuan dan prosedur penyaluran. (tim liputan).
Editor : Heri
