AIMI Kalbar Bagi MAsker Anak
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) –
Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Daerah Kalimantan Barat membagikan
masker kepada anak-anak yang berada di luar ruangan Rabu (2/9) kemarin. Hal ini
dilakukan sebagai langkah kepedulian pada kesehatan bayi/balita serta anak anak
ditengah bencana kabut asap.
“Kami memahami bahwa
situasi ini berat bagi kita semua. Berdasarkan pemberitaan terbaru, dimana terjadi
kebakaran lahan yang menyebabkan ibu hamil dan balita di evakuasi karena api
sudah masuk ke area permukiman,” ungkap Ketua AIMI Kalbar, drg. Rizky
Pontiviana Akbari M.Kes.
Menurut Ponti, begitu ia akrab disapa, situasi udara di Kota
Pontianak saat ini sudah masuk dalam kategori berbahaya. “Demi menjaga keluarga
kita di rumah, khususnya bayi dan balita, mari kita kembali memperketat
protokol kesehatan terkaitr bencana asap mulai hari ini,” tegas Ponti.
Berdasarkan rekomendasi yang sudah dikeluarkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) belum lama ini terkait bencana kabut asap di Kalimantan dan sekitarnya. AIMI Kalbar merasa perlu untuk melanjutkan hal tersebut sebagai informasi kepada ibu-ibu yang saat ini terdampak bencana asap.
“Kami dari AIMI Kalbar mengajak para ibu untuk mengurangi aktivitas di luar
rumah. menjaga
bayi dan balita tetap berada di tempat dengan udara yang lebih bersih,” kata ibu
satu anak ini.
Tidak itu saja,
lanjutnya, saat sedang berada dirumah bila memungkinkan para ibu menutup celah
masuknya asap dari luar. Serta, untuk para ayah tidak merokok didalam rumah.
“Bagi ibu yang
masih menyusui bayi tetap lanjutkan pemberian ASI. Serta sang ibu harus cukup
makan, minum, dan beristirahat,” ungkapnya.
Titik beratnya,
kata dia, bagi bayi tidak direkomendasikan untuk menggunakan masker dikarenakan
bayi masih belum paham. “Nah, ini harus jadi perhatian. Jangan memakaikan
masker sembarangan kepada bayi. Kemudian, pantau selalu kondisi pernapasan anak
jika anak terserang batuk disertai demam tinggi. Segera cari pertolongan
apabila anak mengalami kesulitan bernapas atau tanda bahaya lainnya,” tambahnya.
Dirinya berharap,
bencana kabut asap ini dapat segera berlalu. Dan satu satu masalah yang
menyertai seperti kekurangan air bersih, lahan yang masih terus terbakar dapat
terurai satu per satu.
“Kami sendiri,
sudah bergerak meski masih dalam keterbatasan. Karena ibu dan bayi merupakan
kelompok rentan semoga apa yang kita ikhtiarkan bisa mendapatkan hasil,”
tuturnya.
Ponti menambahkan,
AIMI Kalbar tetap melakukan edukasi dan sosialisasi terkait bencana asap ni
kepada para ibu di beberapa wilayah terdampak. “Tidak hanya di Kota Pontianak,
Kabupaten Kubu Raya dan Kabupaten Sanggau juga turut ambil bagian dalam upaya
mengedukasi ibu untuk melindungi bayi/balita di wilayahnya,” tutupnya.
Hingga hari ini,
AIMI Kalbar sendiri membagikan hampir ratusan masker khusus anak di beberapa
area terbuka di wilayah Kota Pontianak dan Kubu Raya. Tidak itu saja renccanya
juga pembagian masker dilanjutkan di Kabupaten Sanggau bekerjasama dengan AIMI
Sanggau. (Tim Liputan)
Editor : Aan