| Gubernur Kalbar Lepas Langsung Pawai Ta'aruf MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat |
Ribuan warga memadati sepanjang rute pawai untuk menyaksikan parade yang menampilkan perpaduan syiar Islam dan kekayaan budaya dari berbagai daerah di Kalbar.
Pawai Ta'aruf dilepas langsung Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan di kawasan Tugu Durian Sukadana. Iring-iringan mobil hias dengan ornamen bernuansa Islami menjadi salah satu rangkaian pembuka yang paling dinantikan dalam penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi tersebut.
Sebanyak 34 peserta ambil bagian dalam pawai. Rinciannya, 12 kafilah mewakili kabupaten dan kota se-Kalimantan Barat, sedangkan 22 peserta lainnya berasal dari perangkat daerah, instansi vertikal, dan organisasi kemasyarakatan di Kabupaten Kayong Utara.
Dalam sambutannya, Ria Norsan menegaskan Pawai Ta'aruf bukan sekadar seremoni pembuka MTQ, tetapi menjadi momentum mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkokoh persatuan umat.
"Pawai Ta'aruf ini merupakan rangkaian dari pelaksanaan MTQ. Tujuannya bukan untuk mencari siapa yang kalah atau menang, tetapi bagaimana kita meningkatkan persatuan dan kesatuan umat Islam melalui ukhuwah Islamiyah. Itu yang paling penting," ujarnya.
Menurut Norsan, Pawai Ta'aruf juga menjadi ruang bagi setiap daerah untuk memperkenalkan kekayaan budaya dan tradisi yang dimiliki. Kehadiran unsur budaya dalam setiap mobil hias menunjukkan nilai-nilai keislaman dapat berjalan selaras dengan kearifan lokal.
"Budaya-budaya kita juga tampil dalam Pawai Ta'aruf ini. Mudah-mudahan kegiatan ini dapat memberikan inspirasi bagi kita semua sehingga ke depan umat Islam semakin bersatu dan semakin maju di Kalimantan Barat," katanya.
Keterlibatan seluruh kabupaten dan kota, ditambah dukungan perangkat daerah, instansi, serta organisasi kemasyarakatan, mencerminkan semangat kebersamaan dalam menyukseskan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Kayong Utara.
Pawai Ta'aruf menjadi pembuka rangkaian MTQ XXXIV yang akan diisi berbagai perlombaan tilawah, hafalan Al-Qur'an, serta cabang-cabang musabaqah lainnya sebagai ajang syiar Islam dan pembinaan generasi Qurani di Kalimantan Barat.(Fendi's/Tim KM)