Warga Kendawangan Desak APH Tindak Pengantri BBM yang Monopoli di SPBU

Editor: Redaksi author photo

 Warga Kendawangan Desak APH Tindak Pengantri BBM yang Monopoli di SPBU
KALBARNEWS.CO.ID (KENDAWANGAN) - Warga masyarakat di Kecamatan Kendawangan Kabupaten Ketapang keluhkan susahnya mencari BBM jenis Pertalite ataupun Pertamax, adapun dapat harus mengantri dahulu berjam jam di Stasiun Pengisian Bahan bakar minyak Umum atau SPBU yang hanya cuma satu satunya di Kendawangan, antrian panjang itu ditenggarai karena banyaknya pengguna jalan baik roda dua atau motor maupun roda empat atau mobil mengisi BBM melebihi peruntukanya. 

Pengisian BBM itu diduga kuat untuk dijual kembali dengan harga tinggi, kondisi ini menimbulkan _Panic Buying_ terhadap masyarakat. Tak khayal fenomena antrian mengular terlihat disepanjang jalan dekat SPBU, kondisi ini sudah berlansung seminggu terakhir. 

Akhmad Nurdin salah satu warga Kendawangan dalam postinganya berharap kepada Aparat Penegak Hukun (APH) untuk dilakukan penertiban terhadap kendaraan yang mengantri BBM lebih dari 1 kali antri, jika kondisi seperti ini terus dibiarkan sangat sulit antrian bisa kembali normal, lebih dari seminggu masyarakat harus menghadapi antran panjang. 

Disisi lain rasanya tidak mungkin penjualan BBM eceran dijalan tidak ada dan jika memang sudah memiliki stok harian untuk dijual sebaiknya tidak lagi ikut mengantri di SPBU untuk menambah stok. 

Ditambahkan Nurdin apabila tetap memanfaatkan kondisi dengan membeli BBM di SPBU berulang kali untuk dijual kembali, tentu hal tersebut ikut menjadi salah satu penyebab kelangkaan dan panjangnya antrean yang merugikan masyarakat," pungkasnya.

Nurdin berharap agar ada pengawasan dan tindakan tegas dari pihak berwenang sehingga distribusi BBM dapat berjalan lebih tertib dan adil untuk masyarakat yang membutuhkanya.


Secara terpisah saat dikonfirmasi media ini Selasa (21 Juli 2026). Umar salah satu pengelola SPBU di Kendawangan mengatakan sulitnya mengenal mana pengantri untuk kebutuhan sendiri dan mana pengantri untuk dijual kembali, Umar juga berharap adanya penambahan kuota BBM dari Pertamina agar bisa terlayani dengan maksimal, maklum SPBU Kendawangan melayani untuk 19 desa. 

Lebih lanjut dikatakanya untuk sekarang pihaknya hanya menerima 8 KL atau 5 Kl perhari bahkan tidak sama sekali, sekali lagi Umar berharap untuk SPBU Kendawangan ada penambahan kuota agar kebutuhan masyarakat tepenuhi", harapnya.(Fendi's)

Share:
Komentar

Berita Terkini