Bupati Sujiwo Gelontorkan Rp500 Juta untuk Perang Lawan Karhutla: Relawan Jangan Sampai Kehabisan BBM dan Logistik
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati Kubu Raya H. Sujiwo, SE., M.Sos. memastikan Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mengalokasikan Belanja Tidak Terduga (BTT) sekitar Rp500 juta untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang mulai meningkat akibat musim kemarau.
Hal itu disampaikan Sujiwo saat meninjau langsung proses pemadaman karhutla di sekitar SMA Negeri 4 Sungai Raya, Desa Limbung, bersama Dandim 1207/Pontianak, Kapolres Kubu Raya, BPBD, Manggala Agni, Damkar pemerintah dan swasta, serta sejumlah OPD.
"Ini hari ketiga teman-teman berjibaku memadamkan api. Alhamdulillah, meski melelahkan, kebakaran berhasil kita jinakkan. Sampai hari ini ada enam titik api dan semuanya dapat dikendalikan," ujar Sujiwo.
Untuk memastikan penanganan berjalan maksimal, Sujiwo meminta Kepala Pelaksana BPBD terus mengoordinasikan seluruh kekuatan yang ada, mulai dari TNI, Polri, Manggala Agni, Damkar pemerintah hingga relawan damkar swasta agar bergerak secara terpadu.
Menurutnya, dana BTT tersebut akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan operasional di lapangan, seperti bahan bakar minyak (BBM), konsumsi, serta kebutuhan penting lainnya.
"Saya tidak ingin mendengar ada relawan damkar yang terlantar karena tidak ada makan atau mesin pemadam berhenti karena kehabisan BBM. Kalau ada kekurangan, segera sampaikan kepada saya. Saya yang akan bertanggung jawab," tegasnya.
Sujiwo mengingatkan bahwa dampak karhutla sangat luas, mulai dari meningkatnya kasus ISPA, terganggunya aktivitas pendidikan, hingga terhambatnya sektor perekonomian akibat kabut asap yang dapat mengganggu operasional Bandara Supadio dan berbagai objek vital lainnya di Kubu Raya.
Ia pun mengimbau seluruh masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar selama musim kemarau masih berlangsung.
"Saya mohon kepada seluruh masyarakat Kubu Raya, tahan diri dulu. Jangan melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun. Kalau prediksi musim kemarau hingga September benar terjadi, tantangan kita akan jauh lebih berat. Karena itu, mari kita cegah bersama sebelum api membesar," pungkasnya. (tim liputan)
Editor : Aan