![]() |
| Tim FPK Kalbar Saat Tinjau Lokasi Makam Juang Mandor |
KALBARNEWS.CO.ID (LANDAK) –
Menjelang peringatan Hari Berkabung Daerah Tahun 2026, Forum Pembauran
Kebangsaan (FPK) Provinsi Kalimantan Barat melaksanakan kegiatan bakti sosial
berupa pembersihan dan pengecatan di Komplek Makam Juang Mandor, Kabupaten
Landak.
Kegiatan tersebut juga
dirangkaikan dengan ziarah sebagai bentuk penghormatan kepada para korban
tragedi Mandor yang menjadi bagian penting sejarah Kalimantan Barat.
Kegiatan ini merupakan realisasi
komitmen yang pernah disampaikan FPK Kalbar saat melaksanakan ziarah ke Makam
Juang Mandor pada tahun sebelumnya. Selain menjaga kebersihan lingkungan makam,
kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap pelestarian situs
sejarah dan perjuangan bangsa.
Sebelum pelaksanaan bakti sosial,
beberapa hari sebelumnya jajaran pengurus FPK Kalbar telah melakukan peninjauan
langsung ke lokasi. Tim yang hadir dalam survei tersebut dipimpin langsung Sekretaris
FPK Kalbar, Marthin F. Panggabean dan didampingi Pengurus lainnya diantaranya
Nurmasita, M. Suhaimi, Diana Wuwung dan Amad.
Dalam kesempatan itu, pengurus
FPK Kalbar juga berdialog dengan pengelola Komplek Makam Juang Mandor dari
Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Barat. Dari hasil pembicaraan tersebut
diketahui bahwa masih banyak kebutuhan yang diperlukan untuk mendukung perawatan
dan pemeliharaan kawasan makam.
Beberapa kebutuhan yang mendesak
di antaranya perbaikan atap bangunan, pengadaan kabel listrik, lampu
penerangan, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya agar kawasan makam tetap
terawat dan nyaman bagi para peziarah.
Ketua FPK Kalbar, H. Burhanudin
Ahad, mengatakan bahwa kegiatan yang dilakukan pihaknya memang belum mampu
menjawab seluruh kebutuhan yang ada. Namun demikian, FPK berupaya memulai
langkah kecil sebagai bentuk kepedulian terhadap situs sejarah yang memiliki
nilai perjuangan tinggi bagi masyarakat Kalimantan Barat.
"Kegiatan yang kami lakukan
tentu masih jauh dari kebutuhan yang sebenarnya. Namun dengan keterbatasan dana
yang ada, kami berusaha memulai memberikan kepedulian terhadap perawatan Makam
Juang Mandor. Kami berharap langkah ini dapat menjadi pemicu bagi organisasi
kemasyarakatan lainnya, bahkan pemerintah, untuk ikut memberikan perhatian dan
kepedulian sehingga berbagai kebutuhan perawatan yang belum terpenuhi dapat
segera teratasi," ujar Burhanudin.
Menurutnya, Makam Juang Mandor
bukan hanya tempat pemakaman biasa, melainkan simbol perjuangan dan pengingat
sejarah kelam yang pernah terjadi di Kalimantan Barat. Karena itu, keberadaan
dan perawatannya menjadi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
Melalui kegiatan bakti sosial dan
ziarah ini, FPK Kalbar berharap semangat kebangsaan, persatuan, serta
penghormatan terhadap jasa para pahlawan dan korban perjuangan dapat terus
ditanamkan kepada generasi muda, sekaligus mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama
menjaga dan merawat situs bersejarah tersebut. (tim liputan).
Editor : Heri

