Fiskal Terbatas, Sujiwo Minta OPD Jemput Bola dan Lahirkan Terobosan untuk Rakyat
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati Kubu Raya Sujiwo mengingatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar tidak menjadikan keterbatasan fiskal sebagai alasan untuk menurunkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menurutnya, kondisi keuangan daerah saat ini memang sedang tidak mudah, namun pelayanan publik harus tetap menjadi prioritas. (15/6/2026).
"Kondisi fiskal kita memang sedang tidak baik-baik saja. Tetapi apapun kebijakan pemerintah pusat, sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, kita harus menerimanya dengan ikhlas dan mencari solusi melalui langkah-langkah strategis di daerah," kata Sujiwo.
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah kekurangan guru di sejumlah sekolah. Untuk mengatasinya, pemerintah daerah tengah menyiapkan langkah penataan atau regrouping sekolah yang memiliki jumlah murid sedikit agar distribusi tenaga pengajar menjadi lebih efektif.
Sujiwo mencontohkan, di Kecamatan Sungai Ambawang terdapat beberapa sekolah yang lokasinya berdekatan namun memiliki jumlah siswa yang minim. Menurutnya, jika dilakukan regrouping, kebutuhan guru dapat dipenuhi secara lebih efisien tanpa mengurangi kualitas layanan pendidikan.
Ia juga meminta OPD lebih banyak turun ke lapangan dibandingkan berada di kantor. Menurutnya, berbagai persoalan masyarakat hanya bisa dipahami secara utuh jika pejabat dan aparatur pemerintah hadir langsung di tengah masyarakat.
"Saya minta dinas teknis lebih banyak turun ke lapangan. Cukup 20 persen di kantor, 80 persen di lapangan. Persoalan rakyat itu adanya di lapangan, bukan di balik meja," tegasnya.
Sujiwo menekankan bahwa masyarakat tidak ingin mengetahui berbagai kendala yang dihadapi pemerintah, termasuk keterbatasan anggaran akibat pengurangan transfer pusat. Yang diharapkan masyarakat adalah pelayanan yang baik, cepat, dan berkualitas.
"Rakyat tidak mau tahu soal pengurangan anggaran. Yang mereka tahu pelayanan harus tetap berjalan. Karena itu kita tidak boleh lengah dan tidak boleh bekerja biasa-biasa saja," ujarnya.
Ia juga mendorong seluruh OPD untuk menghadirkan inovasi dan kreativitas dalam bekerja tanpa harus selalu menunggu instruksi pimpinan. Menurutnya, terobosan menjadi kunci agar pembangunan dan pelayanan tetap berjalan di tengah berbagai keterbatasan.
Sujiwo menambahkan, berbagai apresiasi yang diterima Pemerintah Kabupaten Kubu Raya selama ini merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, media, dan seluruh elemen masyarakat.
"Kita harus menjaga kepercayaan publik yang sudah baik ini. Tantangan ke depan bisa saja lebih berat, tetapi pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berhenti. Apapun kondisinya, kita harus tetap bekerja dan memberikan yang terbaik untuk rakyat," pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan