Menurutnya, PKK memiliki peran penting karena mampu menjangkau langsung masyarakat hingga tingkat keluarga. Karena itu, keberadaan PKK tidak hanya dilihat sebagai organisasi pendamping, tetapi sebagai bagian penting dari kerja pembangunan kota.
“PKK adalah mitra strategis pemerintah kota. Kerja nyata, kerja ikhlas, dan kerja rasa, itulah PKK. Pemberdayaan kesejahteraan keluarga ini tugas yang sangat mulia,” ujarnya dalam Penandatanganan Nota Kesepahaman dan Sosialisasi Program Kerja TP PKK Kota Pontianak Tahun 2026 di Aula Rumah Dinas Wali Kota Pontianak, Selasa (19/5/2026).
Menurutnya, visi memajukan Kota Pontianak dan menyejahterakan masyarakat tidak bisa hanya dijalankan oleh pemerintah melalui perangkat daerah. Diperlukan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk PKK yang memiliki struktur hingga ke tingkat dasawisma dan posyandu. Itu pun tidak cukup hanya dengan ukuran ekonomi, tetapi juga menyangkut kesehatan, kecerdasan, kebahagiaan, dan kualitas hidup masyarakat.
“Kalau kita bicara kesejahteraan, ini luas. Kita harus melihat warga kita sehat atau tidak, cerdas atau tidak, bahagia atau tidak. Kalau sehat dan cerdas tapi tidak bahagia, itu juga masalah,” katanya.
Ia menilai, indikator pembangunan seperti Indeks Pembangunan Manusia, penurunan angka kemiskinan, penanganan stunting, perluasan lapangan kerja, dan peningkatan daya saing masyarakat hanya bisa dicapai melalui kerja bersama. Karena itu, program OPD dan PKK perlu disinergikan agar tidak berjalan sendiri-sendiri.
“Semua tugas dan fungsi OPD muaranya adalah memajukan kota dan menyejahterakan masyarakat. PKK harus diajak untuk mencapai target yang menjadi visi dan misi dalam RPJMD,” jelasnya.
Edi juga menyinggung keterbatasan jumlah ASN di Kota Pontianak yang belum ideal dibandingkan jumlah penduduk. Dengan kondisi itu, peran PKK semakin penting karena dapat menjangkau masyarakat lebih luas dan lebih fleksibel.
Ketua TP PKK Kota Pontianak Yanieta Arbiastutie menegaskan tantangan pembangunan keluarga saat ini semakin kompleks sehingga diperlukan langkah bersama yang terarah dan berkesinambungan. TP PKK, lanjutnya, memiliki peran strategis dalam mendukung visi pembangunan Kota Pontianak yang maju, sejahtera, dan berdaya saing.
Program kerja TP PKK Kota Pontianak tahun 2026 diarahkan untuk memperkuat berbagai pilar pembangunan keluarga, mulai dari kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, perencanaan sehat, edukasi sanitasi, hingga pemantauan tumbuh kembang anak secara terpadu.
“Pada pilar kesehatan, kelestarian lingkungan hidup, dan perencanaan sehat, kami akan terus hadir dalam edukasi lingkungan, pemantauan tumbuh kembang anak secara terpadu, serta edukasi sanitasi lingkungan yang layak di setiap keluarga,” katanya.
Yanieta juga menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan literasi digital bagi kader PKK dan masyarakat. Menurutnya, perkembangan zaman menuntut kader PKK untuk semakin adaptif dalam menyebarkan informasi positif, edukatif, dan bermanfaat bagi keluarga.
Ia berharap seluruh program PKK, mulai dari tingkat dasawisma hingga kecamatan, dapat berjalan searah dan saling menguatkan dengan program Pemerintah Kota Pontianak. Dengan demikian, pelaksanaan program bisa lebih tepat sasaran dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Yanieta menambahkan, banyak program PKK yang bersinggungan dan dapat disinergikan dengan program perangkat daerah. Karena itu, ia berharap dukungan OPD dapat memperkuat pelaksanaan program PKK agar masyarakat tidak bingung dan manfaat program benar-benar dirasakan.
“Saya percaya ketika pemerintah, Tim Penggerak PKK, dan seluruh elemen masyarakat berjalan beriringan, maka tidak ada tantangan yang tidak bisa kita hadapi bersama,” pungkasnya. (Tim Liputan)
Editor : Aan