Bang Ros: Mahasiswa Diajarin Ngatur Uang, Bukan Cuma Ngatur Feed Instagram

Editor: Redaksi author photo
Mahasiswa Diajarin Ngatur Uang, Bukan Cuma Ngatur Feed Instagram

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) - Di tengah zaman ketika sebagian anak muda lebih hafal jadwal live streamer dibanding tanggal jatuh tempo tagihan sendiri, seminar tentang literasi keuangan di UNU Kalbar belum lama ini, terasa seperti oase intelektual di tengah gurun promo “paylater dulu, mikir belakangan”. Mahasiswa Program Studi Manajemen memenuhi Aula kampus untuk mengikuti seminar bertema “Peran Pegadaian dalam Meningkatkan Literasi Keuangan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat di Era Digital.”


Kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen, dihadiri dosen Fakultas Ekonomi itu berlangsung lancar dengan antusiasme tinggi dari para peserta. Pemandangan mahasiswa datang rapi sambil membawa KTP mungkin terdengar sederhana, tetapi di era ketika password WiFi lebih penting dari identitas diri, itu sudah termasuk pencapaian administratif yang layak dirayakan.


Sebelum seminar dimulai, peserta terlebih dahulu mengikuti proses pendaftaran akun dan layanan digital Pegadaian melalui aplikasi yang telah disediakan panitia. Proses ini didampingi langsung oleh pihak Pegadaian agar mahasiswa memahami penggunaan layanan digital dengan benar. Sebuah langkah penting, sebab di masa sekarang banyak orang begitu percaya diri bermain aplikasi pinjaman online, tetapi panik luar biasa saat diminta membaca syarat dan ketentuan.


Dalam seminar tersebut, narasumber membahas berbagai hal penting mulai dari pengelolaan keuangan, pentingnya menabung dan investasi, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam layanan Pegadaian. Mahasiswa juga diajak memahami bahwa literasi keuangan bukan sekadar kemampuan menghitung uang jajan sampai akhir bulan, melainkan keterampilan bertahan hidup di tengah ekonomi digital yang bergerak lebih cepat daripada tren joget media sosial.


Materi tentang investasi dan pengelolaan keuangan terasa sangat relevan bagi generasi muda hari ini. Sebab hidup di era digital bukan hanya soal punya smartphone mahal dan kamera estetik, tetapi juga kemampuan mengatur masa depan finansial. Ironisnya, sebagian orang bisa menghabiskan jutaan rupiah demi mengikuti tren, namun mendadak sesak napas ketika mendengar kata “tabungan” atau “dana darurat”. Seminar ini seolah menjadi pengingat bahwa menjadi modern tidak cukup hanya dengan update aplikasi, tetapi juga harus update pola pikir soal keuangan.


Para mahasiswa tampak aktif mengikuti sesi diskusi dan tanya jawab. Mereka bertanya tentang peluang ekonomi digital, strategi mengelola keuangan pribadi, hingga cara memanfaatkan layanan Pegadaian secara bijak. Diskusi berlangsung hidup, jauh dari suasana seminar membosankan yang biasanya identik dengan slide penuh tulisan dan peserta pura-pura fokus sambil diam-diam membuka media sosial.


Sebagai bentuk apresiasi dan simbol kerja sama, pihak Pegadaian turut menyerahkan plakat kepada Ketua Program Studi Manajemen UNU Kalbar, Marhamah SE ME. Penyerahan itu bukan sekadar seremoni formal penuh foto senyum kaku, tetapi menjadi tanda bahwa dunia pendidikan dan lembaga keuangan mulai serius membangun generasi muda yang lebih sadar finansial.


Seminar ini memberikan pesan penting bahwa literasi keuangan kini sama pentingnya dengan kemampuan akademik. Sebab di masa depan, dunia tidak hanya membutuhkan orang pintar berbicara teori, tetapi juga generasi yang mampu mengelola uang, membaca peluang, dan tidak langsung kalap setiap melihat tulisan “diskon terbatas”. * (Sumber : Rosadi Jamani (Ketua Satu Pena Kalbar).

Share:
Komentar

Berita Terkini