Lebaran Ketupat Jadi Simbol Silaturahmi, Bupati Sujiwo: Harus Terus Dijaga

Editor: Redaksi author photo

Bupati Sujiwo Bersama Istri Saat Hadiri Tradisi Lebaran Ketupat

KALBARNEWS.CO.ID(KUBU RAYA) - Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan pentingnya menjaga dan melestarikan tradisi Lebaran Ketupat atau “Lebaran Kupat” sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat.(28/3/206).


Menurutnya, Lebaran Ketupat merupakan tradisi yang dilakukan setelah umat Muslim menjalankan puasa enam hari di bulan Syawal usai Hari Raya Idul Fitri. Tradisi ini dikenal luas di kalangan masyarakat Jawa dan tetap lestari di berbagai daerah, termasuk di Kubu Raya.


“Lebaran ketupat ini bukan sekadar perayaan, tapi bagian dari budaya yang harus terus kita rawat. Ini juga bentuk silaturahmi setelah Idul Fitri,” ujarnya.


Sujiwo menjelaskan, tradisi ini erat kaitannya dengan nilai-nilai kebersamaan, saling memaafkan, serta mempererat persaudaraan antarwarga. Selain itu, kehadiran ketupat menjadi simbol khas yang melekat kuat dalam perayaan tersebut.


Ia juga menyinggung pentingnya budaya sebagai jati diri bangsa, sebagaimana yang pernah disampaikan oleh Soekarno. Dalam konsep Trisakti, budaya menjadi salah satu pilar penting selain kedaulatan politik dan kemandirian ekonomi.


“Budaya itu adalah jati diri bangsa. Karena itu, sudah menjadi kewajiban kita semua untuk menjaga dan melestarikannya,” tegasnya.


Sujiwo mengaku hampir setiap tahun selalu hadir dalam perayaan Lebaran Ketupat di Kubu Raya. Selain sebagai bentuk silaturahmi, kehadirannya juga sebagai dukungan nyata dalam upaya “nguri-uri budaya” atau menjaga warisan leluhur.


Ia turut mengapresiasi peran masyarakat dan tokoh lokal, termasuk Kirman, yang dinilai konsisten mempertahankan tradisi tersebut dari tahun ke tahun.


“Terima kasih kepada semua pihak yang terus istiqomah menjaga budaya ini. Harapannya, tradisi Lebaran Ketupat bisa terus hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya,” pungkasnya. (Tim Liputan).


Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini