![]() |
| Kondisi Terkini Dermaga Motor Klotok Di Batu Ampar |
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) –
Aktivitas transportasi air di jalur Rasau Jaya–Padang Tikar lumpuh total
setelah puluhan kapal kelotok mogok massal akibat sulit dan mahalnya
mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.
Kondisi ini berdampak langsung
terhadap mobilitas warga hingga distribusi hasil perikanan masyarakat pesisir, Minggu
(17/5/2026).
Para motoris kapal mengaku dalam
beberapa hari terakhir pasokan solar semakin sulit diperoleh. Kalaupun
tersedia, harga jual di tingkat pengecer melonjak jauh di atas harga normal
sehingga operasional kapal tidak lagi mampu ditutupi dari pendapatan penumpang
maupun angkutan barang.
“Sudah susah cari solar, harganya
juga mahal. Kalau dipaksakan jalan, kami malah rugi,” ujar salah seorang
pengemudi kelotok di Dermaga Rasau Jaya, Minggu (17/5/2026).
Camat Batu Ampar, Alfian,
mengatakan kondisi kelangkaan solar ini mulai terlihat sejak satu hari
terakhir. Menurutnya, banyak kendaraan dan motor air yang menggunakan BBM jenis
solar tidak dapat beroperasi karena kesulitan memperoleh pasokan.
“Dampaknya sangat terasa. Banyak
motor air tidak beroperasi sehingga box-box ikan hasil tangkapan nelayan di
Batu Ampar terlantar di dermaga karena tidak ada transportasi pengangkut,”
ujarnya.
Ia menjelaskan, distribusi hasil
perikanan masyarakat menjadi terganggu karena sebagian besar transportasi
sungai dan kendaraan pengangkut di wilayah pesisir masih bergantung pada BBM
solar. Jika kondisi ini terus berlangsung, dikhawatirkan akan memengaruhi
perekonomian nelayan dan pasokan ikan ke sejumlah daerah.
Meski demikian, Alfian menyebut
untuk BBM jenis Pertalite maupun Pertamax hingga saat ini masih tersedia dan
distribusinya relatif lancar. Kelangkaan hanya terjadi pada BBM jenis solar
yang menjadi kebutuhan utama transportasi air dan kendaraan angkutan barang.
Masyarakat berharap pemerintah
dan pihak terkait segera mengambil langkah cepat untuk menormalkan distribusi
solar, mengingat transportasi sungai menjadi urat nadi aktivitas ekonomi dan
mobilitas warga di kawasan pesisir Kubu Raya dan sekitarnya.
Hingga kini, sejumlah dermaga
terlihat sepi dengan banyak kapal kelotok memilih bersandar sambil menunggu
pasokan solar kembali tersedia. (tim liputan).
Editor : Heri
