KPK dan Timnas PK Percepat Transformasi Stranas PK, Targetkan Kenaikan IPK 2026

Editor: Redaksi author photo
KPK dan Timnas PK Percepat Transformasi Stranas PK, Targetkan Kenaikan IPK 2026

KALBARNEWS.CO.ID (JAKARTA) - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tergabung dalam Tim Nasional Pencegahan Korupsi (Timnas PK) menegaskan komitmennya untuk mengakselerasi penguatan integritas nasional. Di tengah dinamika persepsi korupsi global, Timnas PK mengambil langkah proaktif dengan mentransformasi Strategi Nasional Pencegahan Korupsi (Stranas PK) menjadi instrumen yang lebih tajam, terukur, dan berdampak langsung.

 

Transformasi ini diarahkan untuk mendukung keberhasilan program-program strategis nasional sekaligus mendorong terwujudnya kesejahteraan masyarakat. Komitmen tersebut mengemuka dalam Pertemuan Semester II Tahun 2026 yang digelar di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Jakarta, pada hari Selasa (24/2/2026).

 

Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menyampaikan bahwa refleksi atas Indeks Persepsi Korupsi (IPK) 2025 menjadi momentum strategis untuk membenahi sektor-sektor krusial yang masih memerlukan penguatan tata kelola dan integritas.

 

“Dengan kondisi tersebut, risiko korupsi masih ada. Harapannya, di tahun 2026, saat diumumkan di Februari 2027 ada peningkatan dari skor sekarang 34,” ujarnya.

 

Sebelumnya, Transparency International Indonesia (TII) mengumumkan skor IPK Indonesia tahun 2025 berada di angka 34, turun tiga poin dibandingkan periode sebelumnya. Menyikapi hal itu, KPK berencana membedah indikator penilaian lebih mendalam, khususnya pada sektor hulu politik dan regulasi yang mengalami fluktuasi signifikan.

 

“Kenaikan skor pada 2024, salah satunya dipengaruhi World Economic Forum (WEF). Namun, pada 2025, pasti ada sejumlah indikator sehingga turun. Inilah yang perlu kita cari solusinya,” tambah Setyo.

 

Karena itu, KPK secara terbuka mengajak TII berkolaborasi dalam diskusi teknis guna mengurai indikator penilaian secara lebih presisi, sehingga strategi perbaikan ke depan lebih tepat sasaran dan berdampak nyata.

 

Aksi Nyata Perbaikan

 

Sebagai bentuk dukungan terhadap visi besar Presiden, Timnas PK berkomitmen mengawal dua program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Sinergi ini bertujuan memastikan dana negara benar-benar sampai kepada masyarakat melalui tata kelola data yang transparan serta mitigasi risiko korupsi sejak dini.

 

Pada kesempatan yang sama, Wakil Ketua KPK, Agus Joko Pramono, menekankan bahwa Timnas PK tengah menyiapkan revisi Perpres Nomor 54 Tahun 2018. Revisi ini akan memperluas keanggotaan dengan melibatkan Kementerian Keuangan Republik Indonesia dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) guna menutup celah kebocoran keuangan negara serta memperkuat efisiensi anggaran pusat hingga daerah.

 

“Revisi ini memperkuat sinergi lintas lembaga agar pencegahan korupsi bukan sekadar administratif, melainkan program prioritas dapat bermanfaat maksimal tanpa penyimpangan,” tegas Agus.

 

Selain itu, revisi juga mencakup perluasan fokus pada implementasi UNCAC dan prioritas Presiden, penetapan aksi berbasis outcome lima tahunan, serta mekanisme pelaporan kepada Presiden secara berkala maupun sewaktu-waktu. Hal ini diharapkan membuat Stranas PK lebih strategis, adaptif, dan terintegrasi dengan perencanaan pembangunan nasional.

 

Sementara itu, Menteri PANRB, Rini Widyantini, menambahkan bahwa koordinasi akan diperkuat melalui mekanisme laporan tatap muka langsung kepada Presiden melalui Kantor Staf Presiden (KSP).

 

“Saya meminta kepada KSP untuk memfasilitasi dan mengatur jadwal agar Timnas PK dapat memaparkan capaian dan kendala secara langsung di hadapan Presiden,” ujarnya.

 

Dengan formasi baru yang lebih solid dan berbasis data akurat, KPK dan Stranas PK optimistis penguatan sistemik ini tidak hanya memperbaiki citra Indonesia secara global, tetapi juga menghadirkan pemerintahan yang bersih, akuntabel, dan berwibawa. (Sumber : Biro Humas KPK-RI).

 

Editor : Heri

Share:
Komentar

Berita Terkini