KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio mengeluarkan peringatan dini terkait potensi cuaca ekstrem yang akan melanda sebagian besar wilayah Kalimantan Barat selama tiga hari ke depan, mulai tanggal 3 hingga 5 Januari 2026. Waspada! Hujan Petir Masih Mengancam Kalbar Hingga 5 Januari, Kelembaban Capai 100%
Berdasarkan rilis terbaru, fenomena hujan lebat disertai petir diprediksi masih akan mendominasi, terutama pada siang hingga dini hari.
BMKG menetapkan status WASPADA untuk potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat di sejumlah wilayah kunci. Beberapa poin penting dalam rilis tersebut antara lain:
Puncak Hujan Petir: Wilayah seperti Sambas, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang, dan Sekadau diprediksi mengalami hujan petir pada sore hari (sekitar pukul 16.00 WIB) hingga malam hari.
Kondisi Kubu Raya: Khusus wilayah Kubu Raya, hujan petir diperkirakan terjadi pada dini hari menjelang subuh, sekitar pukul 04.00 WIB.
Tren 3 Harian: Hampir seluruh kabupaten, termasuk Sanggau, Melawi, dan Landak, masuk dalam daftar wilayah yang wajib mewaspadai hujan sedang-lebat hingga Senin, 5 Januari 2026.
Data menunjukkan kondisi atmosfer di Kalimantan Barat saat ini sangat lembab. Tingkat kelembaban udara di seluruh wilayah diprakirakan mencapai angka maksimal 100%. Selain itu, suhu udara rata-rata berkisar antara 20°C hingga 32°C.
Kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah Sambas dengan kecepatan mencapai 22 km/jam, disusul Mempawah sebesar 21 km/jam. Meskipun peringatan dini angin kencang secara khusus dinyatakan nihil dalam laporan 3 harian, kecepatan angin tersebut tetap dapat memicu kondisi cuaca yang tidak menentu saat hujan turun.
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap dampak yang mungkin ditimbulkan oleh hujan lebat, seperti banjir lokal, genangan air, hingga jalanan yang licin.
BMKG menyarankan warga untuk terus memantau informasi cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG atau situs resmi cuaca.bmkg.go.id untuk pembaruan hingga level kelurahan. (Tim liputan)
Editor : Aan