KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) - Memasuki awal tahun 2026, wajah administrasi pelayaran di Kabupaten Kubu Raya resmi berubah. Kebijakan ini bertepatan dengan rilis prakiraan cuaca dari BMKG yang menunjukkan potensi hujan petir di berbagai wilayah Kalimantan Barat. (4/1/2025).Kubu Raya Berlakukan Aturan Baru Pelayaran di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem Kalbar
Peralihan Wewenang Surat Persetujuan Berlayar (SPB)
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya melalui Dinas Perhubungan mengeluarkan Surat Edaran Nomor 100.3.4.2/1/DISHUB-C. TAHUN 2026 yang membawa perubahan besar bagi para pelaku usaha angkutan sungai dan penyeberangan.
Terhitung mulai 1 Januari 2026, Dinas Perhubungan Kabupaten Kubu Raya TIDAK LAGI melayani penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB). Kewenangan penuh kini beralih kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) melalui:
KSOP Kelas I Pontianak.
c.q. Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) di Wilayah Kalimantan Barat.
Langkah ini diambil untuk meningkatkan standar keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan sungai dan danau sesuai dengan regulasi terbaru, termasuk Instruksi Menteri Perhubungan Nomor IM 3 Tahun 2025.
Bersamaan dengan transisi administrasi tersebut, BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio mengeluarkan prakiraan cuaca untuk periode 4 hingga 5 Januari 2026. Hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat diprediksi akan mengalami kondisi cuaca yang menantang bagi aktivitas luar ruangan maupun transportasi.
Berikut adalah poin-poin penting prakiraan cuaca per kabupaten/kota:
Hujan Petir Dominan: Wilayah seperti Sambas, Mempawah, Sanggau, Ketapang, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Landak, Sekadau, Melawi, dan Kubu Raya diprediksi akan mengalami hujan petir pada siang hingga sore hari (pukul 13.00 - 16.00 WIB).
Kondisi di Pontianak & Singkawang: Kota Pontianak dan Kota Singkawang diperkirakan akan didominasi oleh cuaca berawan hingga hujan ringan sepanjang hari.
Parameter Cuaca: Suhu udara berkisar antara 20°C hingga 31°C dengan tingkat kelembaban mencapai 100% di seluruh wilayah. Kecepatan angin tertinggi terpantau di Bengkayang mencapai 28 km/jam.
Masyarakat dan pengguna jasa transportasi air diingatkan untuk selalu memantau kondisi cuaca terkini melalui aplikasi Info BMKG sebelum melakukan perjalanan. Dengan adanya peralihan wewenang SPB ke KSOP, diharapkan pengawasan keselamatan pelayaran menjadi lebih ketat, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem di awal tahun ini. (Tim Liputan)
Editor : Aan