![]() |
| Achmad Sholeh Lantik Pengurus Paguyuban Jawa Sungai Melayu Rayak |
KALBARNEWS.CO.ID (KETAPANG) - Pelestarian
budaya kembali menjadi fokus perhatian di Kabupaten Ketapang. Bertempat di Desa
Kepuluk, Ketua DPRD Kabupaten Ketapang yang juga Ketua Paguyuban Jawa Kabupaten
Ketapang, H. Achmad Sholeh, S.T., M.Sos., secara resmi melantik Pengurus
Paguyuban Jawa Kecamatan Sungai Melayu Rayak Masa Bakti 2025–2030 dalam sebuah
perhelatan budaya yang berlangsung meriah dan penuh kekhidmatan.
Acara bernuansa khas budaya Jawa
tersebut dihadiri oleh Bupati Ketapang, H. Alexander Wilyo, S.STP., M.Si., yang
menyandang gelar kehormatan Kanjeng Raden Aryo (KRA) Alexander Wilyo Darmo
Nagoro dari Kraton Surakarta Hadiningrat.
Hadir pula Danlanal Ketapang,
Asisten Sekda, Forkopimcam, para kepala OPD, tokoh adat, tokoh agama,
perwakilan paguyuban dari berbagai kecamatan, serta ratusan masyarakat.
Penampilan gamelan, tarian Jawa, dan busana tradisional menambah kekayaan
suasana acara tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua
Paguyuban Jawa Kabupaten Ketapang, Achmad Sholeh menyampaikan selamat kepada
para pengurus yang baru dilantik serta menegaskan pentingnya peran Paguyuban
Jawa sebagai wadah menjaga identitas dan kerukunan warga perantauan.
“Paguyuban Jawa adalah rumah
besar untuk menjaga kerukunan dan melestarikan adat budaya warisan leluhur.
Perbedaan suku yang ada di Ketapang justru menjadi kekuatan kita untuk saling
menguatkan,” tegasnya.
Ketua DPRD juga mengungkapkan
kebanggaannya atas gelar kehormatan yang diberikan oleh Kraton Surakarta kepada
Bupati Ketapang.
“Gelar Kanjeng Raden Aryo
Tumenggung yang diberikan kepada Bapak Bupati adalah kebanggaan bagi seluruh
masyarakat Jawa. Ini bukan sekadar kehormatan pribadi, tetapi cerminan bahwa
pemimpin daerah kita adalah sosok yang mencintai budaya, berakhlak, dan mengayomi
masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan dukungannya
terhadap rencana pembangunan rumah adat atau sanggar seni Jawa di Kecamatan
Sungai Melayu Rayak.
“InsyaAllah, rencana pembangunan
rumah adat akan kami dukung dan fasilitasi. Paguyuban harus memiliki ruang yang
layak untuk berkegiatan, berkesenian, dan bermusyawarah,” tambahnya.
Bupati Ketapang, H. Alexander
Wilyo, menyampaikan apresiasi kepada Paguyuban Jawa atas kontribusinya dalam
menjaga harmoni antar-etnis.
“Saya berharap Paguyuban Jawa
terus solid dan bersinergi, tidak hanya dengan sesama paguyuban Jawa, tetapi
juga dengan seluruh komunitas masyarakat lainnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati
memaparkan sejumlah program pembangunan infrastruktur, termasuk peningkatan
ruas jalan Pelang–Kepulut serta beberapa wilayah prioritas lainnya yang tengah
diupayakan melalui APBD maupun advokasi ke pemerintah pusat.
“Meskipun anggaran daerah
mengalami pemotongan dari pusat, semangat membangun Ketapang tidak boleh padam.
Selama saya diberikan kesehatan, saya akan terus berjuang demi pembangunan
Ketapang,” tegasnya.
Selain infrastruktur jalan,
Bupati menegaskan komitmen untuk membenahi sektor pendidikan dan kesehatan,
termasuk bantuan seragam, buku, hingga perbaikan fasilitas sekolah.
Ketua Paguyuban Jawa Kecamatan
Sungai Melayu Rayak terpilih, H. Nono Darsono, menyampaikan terima kasih kepada
masyarakat dan para donatur yang berperan menyukseskan kegiatan pelantikan.
Ia memaparkan sejumlah kegiatan
sosial yang telah dilakukan Paguyuban dalam lima tahun terakhir, namun
menekankan bahwa kebutuhan mendesak saat ini adalah pembangunan gedung
paguyuban sebagai pusat kegiatan warga Jawa di kecamatan tersebut.
Camat Sungai Melayu Rayak
menegaskan bahwa wilayahnya dikenal sebagai salah satu kecamatan paling
harmonis di Kabupaten Ketapang.
“Walaupun masyarakat berasal dari
berbagai etnis, puji syukur hingga hari ini tidak pernah terjadi hal-hal yang
tidak kita inginkan. Ini berkat peran semua pihak, termasuk Paguyuban Jawa yang
aktif berkontribusi dalam kegiatan sosial,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan selamat
kepada para pengurus yang telah dilantik dan berharap keberadaan Paguyuban
semakin memperkuat kebersamaan masyarakat.
Acara Ditutup dengan Gamelan dan
Yel-Yel Paguyuban
Rangkaian acara pelantikan
ditutup dengan yel-yel Paguyuban Jawa serta penampilan seni gamelan dan tarian
tradisional sebagai simbol persatuan dan kekuatan identitas budaya masyarakat
Jawa di Kecamatan Sungai Melayu Rayak.
Dalam pesan penutupnya, Achmad
Sholeh menegaskan:
“Jaga kerukunan, jaga tata krama,
dan jadilah contoh yang baik bagi masyarakat. Mari kita bangun daerah ini
dengan semangat guyub, rukun, dan gotong royong.” (tim liputan).
Editor : Heri

