Prakiraan Cuaca 25–26 Februari 2026: Petir Dominasi Sejumlah Wilayah Kalbar, Suhu Tembus 32°C

Editor: Redaksi author photo

 Prakiraan Cuaca 25–26 Februari 2026: Petir Dominasi Sejumlah Wilayah Kalbar, Suhu Tembus 32°C
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika melalui Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio merilis prakiraan cuaca wilayah Kalimantan Barat yang berlaku Rabu, 25 Februari 2026 pukul 07.00 WIB hingga Kamis, 26 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.

Secara umum, hujan dengan intensitas ringan hingga sedang masih mendominasi sebagian besar kabupaten/kota di Kalbar. Bahkan, sejumlah daerah berpotensi mengalami hujan disertai petir terutama pada siang hingga malam hari.

Wilayah seperti Sambas, Mempawah, Sanggau, Ketapang, Sintang, Kapuas Hulu, Bengkayang, Landak, Sekadau, Melawi, dan Kubu Raya diprakirakan mengalami hujan petir pada rentang waktu siang dan sore. Sementara Kayong Utara, Kota Pontianak, dan Kota Singkawang cenderung berawan hingga hujan ringan pada beberapa periode waktu.

BMKG mencatat suhu udara di Kalbar berkisar antara 17 hingga 32 derajat Celcius. Suhu tertinggi berpotensi terjadi di Ketapang, Melawi, dan Kayong Utara yang dapat mencapai 32°C, sedangkan suhu terendah diprakirakan terjadi di Kapuas Hulu dengan 17°C.

Kecepatan angin umumnya berada di kisaran 12–31 km/jam. Angin paling kencang diprakirakan terjadi di Ketapang dengan kecepatan mencapai 31 km/jam. Tingkat kelembapan udara cukup tinggi, berkisar antara 56 hingga 100 persen, sehingga mendukung pembentukan awan hujan.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat yang disertai petir dan angin kencang secara tiba-tiba. Pengguna jalan diharapkan berhati-hati terhadap genangan air serta kemungkinan pohon tumbang saat cuaca ekstrem.

Nelayan dan pengguna transportasi air juga diminta memperhatikan perkembangan cuaca dan kondisi angin sebelum beraktivitas.

Prakiraan ini dipublikasikan pada Senin, 23 Februari 2026 pukul 08.09 WIB dan berlaku hingga pembaruan berikutnya. Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi cuaca guna mengantisipasi dampak cuaca ekstrem di wilayah Kalimantan Barat. (tim Liputan)
Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini