-->

BREAKING NEWS

MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, EDDY PRABOWO DIKABARKAN DITANGKAP OLEH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) DALAM OPERASI TANGKAP TANGAN, ARUS KENDARAAN DARI ARAH JEMBATAN KAPUAS 2 MENUJU JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG MACET TOTAL, KEMACETAN HINGGA MENCAPAI 1 KM, BELUM DIKETAHUI PENYEBABNYA HINGGA KINI BELUM ADA KETERANGAN RESMI, KEBAKARAN KEMBALI TERJADI, KALI INI DI KOMPLEK PERTOKOAN DI JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, NQMUN DAPAT SIATASI DWNGAN CEPAT OLEH PEMADAM KEBAKARAN YANG TIBA DWNGAN CEPAT DI TKP, LEMBAGA PENDIDIKAN YARSI PONTIANAK TANDA TANGANI MOU PENERIMAAN MAHASISWA DARI SANTRI BERPRESTASI DAN HAFIZ-HAFIZHOH TANPA TEST, LAKI SIAP DUKUNG PEMERINTAH DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI DI KALBAR, BAPILU DPD PDI PERJUANGAN TARGETKAN MENANG 100 PERSEN PILKADA SERENTAK DI KALBAR, PENEMUAN MAYAT DI GG DUNGUN PONTIANAK HEBOHKAN WARGA SEKITAR, HINGGA SAAT INI MAYAT MASIH BERADA DILOKASI KEJADIAN MENUNGGU APARAT KEPOLISIAN MENGEVAKUASI MAYAT TERSEBUT, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Dinilai Anti Kritik, Solmadapar Mosi Tak Percaya Gubernur Kalbar, Ini Penjelasanya

Redaksi author photo

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Reaksi Gubernur terhadap Aksi Demonstran beberapa waktu lalu disikapi dengan pelaporan ke aparat kepolisian membuat reaksi dari berbagai pihak, salahsatunya muncul dari Solidaritas Mahasiswa dan Pemuda Pengemban Amanah Rakyat (Solmadapar).

Adanya laporan Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji ke pihak kepolisian dinilai  memperlihatkan kecengengannya dalam menanggapi aksi masa pada (11/11/20) lalu, selaku Gubernur Kalimantan Barat yang bersikap anti kritik dan arogan seolah memutar balikan keadaan seakan tak tahu dengan keadaan lapangan seperti apa, sampai kemarahan bermuara dalam barisan aksi.

Sekjen Solmadapar Rahmat Hidayat menjelaskan bahwa terbukti kemarin Gubernur Kalimantan Barat terkesan  tidak mau menemui mahasiswa dan menjawab terhadap ketidak konsistennannya dalam menyikapi tuntutan masa aksi.

"Sehingga alih-alih menemui masa ini malah menakuti ruang gerakan dengan membawa salah satu masa aksi keranah hukum, kami tidak akan pernah takut dengan apapun," ucap Rahmat kepada kalbarnews.co.id

Dirinya menambahkan seharusnya Gubernur Kalbar lebih melirik substansi permasalahan, sehingga aksu massa terlihat dibohongi yang membuat kemarahan itu sampai memuncak. Terlebih pada saat aksi beberapa waktu lalu Gubernur Kalbar tidak menemui mereka.

"Malah masa aksi dipermainkan katanya Gubernur berada dikantor Gubernur sedang rapat setelah itu dikatakan sedang mengisi materi di Pendopo Gubernur dan akhirnya masa aksi pun tak dapat mengetahui keberadaan Gubernur, " tuturnya.

Rahmad mengatakan bahwa masa aksi seolah di permainkan, maka ia menganggap wajar saja kemarahan itu ada dalam barisan Aliansi sebab sebelumnya Informasi kepada Aliansi  ditanggal 9 oktober 2020 Gubernur mengatakan siap bertemu masa aksi kapan pun dan berapa kalipun.

"Hari ini Gubernur Kalimantan Barat memperlihatkan ketidak konsistenanya dalam sikap, kami dari Solmadapar menyatakan Mosi Tidak percaya kepada Gubernur Kalimantan Barat," pungkas Rahmad. (bian).

Editor : Aan

Komentar Anda

Berita Terkini