-->

BREAKING NEWS

RUDI HARTONO PEMUDA ASAL KABUPATEN BERHASIL RAIH JUARA II PEMUDA PELOPOR TINGKAT NASIONAL MEMBAWA NAMA KABUPATEN KUBU RAYA DAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT, PERINGATI HARI SANTRI MWC NU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG LAKUKAN RAPAT KERJA UNTUK MEMFOKUSKAN KINERJA PENGURUS RANTING YANG BARU SAJA DILANTIK, RAPAT KERJA MWCNU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG INI DIHADIRI KETU PCNU KAB KUBU RAYA, KH ABDUSSALAM, M.Si, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Aksi Teaterikal Mahasiswa Di Pontianak Tolak UU Cipta Kerja

Redaksi author photo

KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) - Sejumlah Badan Eksekutif Mahasiswa se-kota Pontianak kembali melakukan aksi damai olak UU Cipta Kerja di Bundaran Tugu Digulis Pontianak, aksi penolakan Undang-undang  Omnimbuslaw dilakukan dengan aksi teaterikal yang menunjukan tertindasnya buruh dan matinya keadilan di Indonesia.

Sejumlah Mahasiswa lakukan aksi teaterikal yang dilakukan oleh gabungan BEM Mahasiswa yang dilakukan untuk menolak Omnimbuslaw serta kekecewaan terhadap pemerintah, setelah sebelumnya di lakukan orasi-orasi penolakan dan keluhan dari perwakilan sejumlah BEM yang hadir di Bundaran Tugu Degulis Pontianak teaterikal tersebut pun menggambarkan kondisi dewan perwakilan rakyat saat ini yang tak memikirkan rakyatnya.

Aksarudin Korlap Aliansi Mahasiswa Untuk Amanat Penderitaan Rakyat (AMPERA) Kalbar menyebutkan aksi ini guna mengawal omnibuslaw sampai ada keputusan dari pemerintah untuk segera mencabut UU omnibuslaw dan memperhatikan hak–hak rakyat yang selama ini di nodai. 

"Kami tak mau lagi di kecewakan oleh pemerintah di UU yang tak memikirkan kesejahteraan rakyat," jelasnya. 

Sementara itu satu diantara maksa aksi angga menjelaskan jika aksi yang dilakukan dirinya dan rekan–rekan lainya akan terus di lakukan sampai uu omnibuslaw ini di cabut, dirinya menambahkan  aksi ini juga akan di lakukan sesering mungkin.

"Kami akan tetap mengobarkan semangat penolakan yang di lakukan masyarakat dan mahasiswa Kalbar sampai Presiden RI mengeluarkan Perpu terkait UU yang menjadi kontroversi tersebut, " pungkasnya.

Aksi damai tersebut pun di tutup dengan membakar replika Keranda Mayatsebagai simbol matinya keadilan yang di susul dengan nyanyian dan orasi dari sejumlah mahasiswa. (bian).

Editor : Aan

Komentar Anda

Berita Terkini