-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

BWS Kalimantan I Latih Masyarakat Manfaatkan Air Gambut Menjadi Air Bersih

Redaksi author photo
KALBARNEWS.CO.ID (PONTIANAK) – Selama dua hari Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan Satu I (satu) gelar pelatihan bertajuk ‘Pengelolaan Air Baku Menjadi Air Bersih Selamatkan Hidup’. Kegiatan ini sebagai alternatif untuk memanfaat air kedepannya dengan mengetahui ilmu pemanfaatan air gambut.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini pertama dilaksanakan di Hotel Orchardz, Kamis (27/8/20) dan Kegiatan kedua pada Jumat (28/8/20) melakukan kunjungan Lapangan ke Desa Limbung yang sudah menerapkan Pengolahan Air Baku menjadi Air Bersih.
PPK BWS Kalimantan Satu, Ali Assegaf mengatakan bahwa kegiatan ini dalam rangka penguatan kemitraan komunitas yang secara rutin dilaksankan oleh Balai Wilayah Sungai Kalimantan I (Satu).

“Tahun ini kita memilih tema pengolahan Air Baku Menjadi Air Bersih Selamatkan Hidup. Seperti yang kita lihat dibelakang itu ada air parit yang buruk, tapi dengan bahan-bahan yang mudah didapat dan sederhana seperti Tawas, Poly Aluminium Chloride (PAC) dan juga kapur itu bisa mengubah kualitas air. Dan hal itu dapat mengurangi krisis air bersih,” katanya.

Dikatakannya iklim di Kalbar tidak menentu jadi pemanfaatan air hujan itu tidak bisa dimanfaatkan sepanjang tahun, sementara air gambut itu bisa didapat sepanjang tahun.

“Jadi bisa menjadi alternatif untuk memanfaat air kedepannya,” ujarnya.

Ia juga berharap ke depan bisa banyak melibatakn masyarakat dan masukan dari masyarakat agar bisa lebih bermanfaat untuk masyarakat.

Di tempat yang sama peserta pelatihan, Samhudi dari Sanggar Cinta Tanah dan Air Khatulistiwa (Sangsakha) mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh BWS Kalimantan I. Sebab hal itu sangat bermanfaat untuk masyarakat.

Samhudi berharap BWS Kalimantan I lebih responsif terhadap kegiatan komunitas untuk berbagai sektor kegiatan seperti pendidikan, kebudayaan dan lingkungan.

“Karena memang Sangsakha ini wadah yang tergabung banyak komunitas dan masing-masing punya besik. Makanya saya berharap terus bergandengan dalam kegiatan apapun bersama Balai Wilayah Sungai Kalimantan I untuk menuju perbaikan lingkungan yang lebih cepat khususnya wilayah sungai kalimantan satu,” katanya. (tim liputan).

Editor : Aan
Komentar Anda

Berita Terkini