-->

BREAKING NEWS

RUDI HARTONO PEMUDA ASAL KABUPATEN BERHASIL RAIH JUARA II PEMUDA PELOPOR TINGKAT NASIONAL MEMBAWA NAMA KABUPATEN KUBU RAYA DAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT, PERINGATI HARI SANTRI MWC NU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG LAKUKAN RAPAT KERJA UNTUK MEMFOKUSKAN KINERJA PENGURUS RANTING YANG BARU SAJA DILANTIK, RAPAT KERJA MWCNU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG INI DIHADIRI KETU PCNU KAB KUBU RAYA, KH ABDUSSALAM, M.Si, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Breaking News: Berkelahi di Warung Kopi, Satu Orang Tewas Tertusuk, Ini Kronologisnya

Redaksi author photo
Tersangka RW telah diamankan Polres Sintang bersama barang bukti
KALBARNEWS.CO.ID (SINTANG) - Warga RT/RW  03/02 Kelurahan Mekar Jaya Sintang  pada Jumat malam (10/07/2020) dihebohkan dengan peristiwa perkelahian dua pemuda di sebuah warung di Jalan Bintara RT 03 RW 02 Kelurahan Mekar Jaya Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang dan mengakibatkan salah satunya meninggal dunia, Sabtu (11/07/2020).

Kejadian bermula ketika salah satu warga berinisial S (40) sedang duduk menikmati kopi bersama dua rekannya RW dan SB karena semakin larut malam, ketiganya tidak lagi hanya menikmati sekedar makanan ringan yang ada, mereka mulai berkaraoke.

Karna kurang nyaman dengan tetangga, pemilik warung memperkecil volume speaker yang ada, SB (34) merasa tidak senang. Dia sangat menikmati suasana malam. Demi menjaga ketertiban, S (40) berusaha menenangkan situasi yang mulai memanas. RW (30) meminta kepada pemilik warung untuk masuk ke dalam rumah dan menutup warung. Kepada SB, S meminta untuk segera pulang karna sudah larut.

Dalam kondisi yang sangat emosional SB merasa semakin tersinggung karna disuruh pulang. Tidak bisa menerima dengan baik, SB kembali ke warung tersebut untuk memicu keributan dengan RW. Melihat gelagat buruk tersebut, S segera berusaha menahan SB. Namun malang S terjatuh.

Kejadian selanjutnya berlangsung dengan cepat, SB dan RW pun adu jotos. Di tengah situasi tersebut RW tenyata memegang sebuah gunting dan mengunakannya sebagai alat untuk berkelahi. Saat S kembali bangkit, untuk melerai, ia melihat SB sudah berdarah-darah dan RW sudah tidak terlihat di tempat kejadian. SB dengan sempoyongan sesaat sambil memegangi lehernya yang mengucurkan darah kemudian tergeletak di lantai.

S segera meminta pertolongan pemilik warung untuk membawa SB ke RSUD Ade M. Djoen Sintang. Sesampai di rumah sakit, menurut keterangan dokter di Instalasi Gawat Darurat ternyata SB sudah meninggal dunia.

Kejadian ini segera dilaporkan kepada Polres Sintang. Tim Satreskrim Polres Sintang pun segera mengambil alih penanganan kasus tersebut. Dalam waktu singkat, tim Satreskrim Polres Sintang mengamankan RW beserta barang bukti, alat yang digunakan.

“Tim menemukan RW di rumah keluarganya yang kebetulan juga warga setempat. Dia cukup kooperatif saat kita bawa ke kantor. Kita sudah melakukan sejumlah pemeriksaan. Saat ini kita sedang dalam proses hukum lebih lanjut,” ungkap AKP Indra Asrianto, SIK selaku Kasat Reskrim Polres Sintang.

AKP Indra Asrianto menjelaskan Tersangka dijerat Pasal 338 KUHP dan Pasal 351 ayat ke 3 KUHP, tentang penganiayaan yang menyebabkan matinya seseorang.

Ditempat terpisah, Kapolres Sintang, AKBP John Ginting mengingatkan kepada masyarakat, agar tidak minum-minuman keras sampai kehilangan kontrol dan fokus. Ia juga menghimbau agar pemilik usaha yang sering mendapati pelanggannya mengkonsumsi miras dapat lebih waspada dan berhati-hati.

“Atas kejadian seperti ini, kembali kami himbau kepada seluruh masyarakat Kabupaten Sintang agar tidak minum minuman yang memabukkan. Terlebih minum sampai kehilangan fokus dan pikiran jernih. Bagi yang suka mabuk diingatkan agar menghindari mabuk-mabukan di tempat umum, kita sama-sama mencegah terjadinya keributan ataupun hal-hal yang lain yang dapat merugikan semua pihak seperti kejadian di Keluharan Mekar Jaya tadi malam,” kata AKBP John Ginting.

“Saya juga menghimbau kepada para pemilik warung yang sering mendapati pelanggannya datang dalam kondisi mabuk, atau membawa minum keras di warungnya agar lebih waspada dan lebih berhati-hati dalam menjalankan aktivitas usahanya, supaya kejadian serupa tidak lagi terulang di tempat kita,” pungkasnya. (tim liputan).

Editor : Aan
Komentar Anda

Berita Terkini