-->

BREAKING NEWS

TERIMA KASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI DI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, MERASA DIRUGIKAN PT SULTAN RAFLI MANDIRI LAPORKAN OTAK KERUSUHAN AKSI UNJUK RASA BEBERAPA WAKTU YANG LALU DI KETAPANG, DUA ANGGOTA DPRD KAB KUBU RAYA DAN SATU TENAGA KONTRAK DI SEKRETARIAT DPRD KAB KUBU RAYA TERKONFIRMASI POSITIF COVID-19, SEMENTARA AKTIFITAS DI SEKRETARIAT DITUTUP SELAMA 7 HARI, APARAT KEPOLISIAN TERUS USUT DAN KEJAR PELAKU PEMBUNUHAN IBU DAN ANAK DI PONTIANAK TIMUR KALIMANTAN BARAT,  

Sujiwo Ajak Generasi Muda Lawan Radikalisme dan Menjaga Empat Pilar

Redaksi author photo
Wakil Bupati Kubu Raya, Sujiwo saat Jadi Pembicara Utama dalam Dialog Kebangsaan PMII

Kubu Raya (Kalbarnews.co.id) – Wakil Bupati Kubu Raya Sujiwo Ajak Generasi Muda untuk lawan Radikalisme, hal itu disampaikan Sujiwo saat menjadi pembicara utama pada kegiatan Konfercab VIII Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Kubu Raya di Aula Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis (10/10/2019).

Sujiwo menyebut pentingnya menjaga empat pilar kebangsaan. Empat pilar tersebut, menurut dia, adalah penyangga utama eksistensi bangsa dan negara. Karena itu, sangat penting memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang urgensi empat pilar kebangsaan. 

“Bahwasanya sekarang ada kelompok-kelompok tidak bertanggung jawab yang merongrong Pancasila. Itu jelas bahkan sangat jelas ada,” ujarnya.


Dalam orasi kebangsaannya, Sujiwo menilai dialog dengan masyarakat perlu terus dilakukan. Untuk itu, ia berpesan agar kaum muda terdidik aktif turun ke lapangan. Dengan begitu akan ada komunikasi positif dengan masyarakat. Yakni komunikasi yang berisi nilai edukasi tentang kebangsaan. 

“Termasuk bagaimana kita menangkis kabar bohong atau hoaks. Juga menjelaskan pentingnya toleransi dan bagaimana merawat bangsa ini dengan menjaga empat pilar kebangsaan. Yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Bineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tuturnya.

Sujiwo menyatakan empat pilar kebangsaan telah menjadi kesepakatan para pendiri bangsa. Empat pilar kebangsaanlah, menurut dia, yang menjadi penyangga bangsa Indonesia.

“Ketika pilar penyangga ini roboh, maka bangsa ini akan roboh. Nah, ketika bangsa ini roboh maka yang menderita adalah rakyat,” ucapnya.

Jadi, lanjut Sujiwo, dialog kebangsaan harus terus dilakukan secara intens. Dan terpenting, menindaklanjutinya dengan turun ke lapangan memberikan pemahaman kebangsaan kepada masyarakat.

“Sudah banyak contoh negara yang kondisinya sekarang sangat menyediakan. Termasuk di beberapa negara di Timur Tengah. Makanya kita mendukung setiap elemen yang memiliki paham kebangsaan yang benar. Paham-paham menyimpang termasuk radikalisme harus kita lawan bersama,” ajaknya. 

Sujiwo menilai kegiatan dialog kebangsaan di kalangan mahasiswa sangat penting. Melalui dialog, pesan-pesan tentang nilai pluralisme akan dapat disampaikan. (tim liputan)

Editor : Heri K
Komentar Anda

Berita Terkini