-->

BREAKING NEWS

TERIMAKASIH TELAH MENGIKUTI INFORMASI DARI KAMI WWW.KALBARNEWS.CO.ID, SATRESNARKOBA POLRES KUBU RAYA TANGKAP MP PRODUSEN SEKALIGUS PENJUAL MIRAS DI KECAMATAN BATU AMPAR KAB KUBU RAYA, POLISI MASIH SELIDIKI KASUS TERBUNUHNYA IBU DAN ANAK WARGA PONTIANAK TIMUR YANG TEWAS MENGENASKAN DIDALAM RUMAHNYA, USTAD MUSTAHAR,SPD.I TERPILIH SEBAGAI KETUA FORUM KOMUNIKASI PONDOK PESANTREN (FKPP) KABUPATEN KUBU RAYA PERIODE 2020 -2025 PADA MUSYAWARAH DAERAH FKPP KAB KUBU RAYA, SEORANG ANGGOTA SATLANTAS POLRESTA PONTIANAK DIKABARKAN LAKUKAN PELECEHAN SEX KEPADA SEORANG WARGA KARENA TIDAK BISA MEMBAYAR TILNG PELANGGARAN LALU LINTAS, KASUS INI MASIH DALAM PENYELIDIKAN APARAT, SATRESNARKOBA POLRES KUBU RAYA BEKUK TERSANGKA PENGEDAR NARKOBA DI KECAMATAN SUNGAI KAKAP, TERSANGKA BERINISIAL DP DITANGKAP BERSAMA BARANG BUKTI NARKOBA JENIS SABU-SABU, PASANG IKLAN DI KALBARNEWS GAMPANG.....!!!!! HUB MARKETING KAMI DI : 085751103979 - 085245460919 ATAU EMAIL : redaksikalbarnews@gmail.com

Pangdam XII/Tpr Ajak Generasi Muda Jadi Agen Perubahan yang Berkarakter

Redaksi author photo

 
Pangdam XII/Tpr, Mayjen (TNI) Muhammad Nur Rahmat saat menjadi Pemateri di IAIN Pontianak
Pontianak (Kalbarnews.co.id) – Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menjadi salah satu narasumber pada Silaturahmi dan Dialog Kebangsaan Lintas Generasi yang digelar oleh IAIN Pontianak di Aula Syekh Abdur Rani Mahmud IAIN Pontianak. Jalan Letjen Suprapto, Kota Pontianak, Kamis (10/10/2019).

Kegiatan ini dihadiri juga Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, H Sutarmidji, S.H., M.Hum., Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. Ir. Hamli., yang diwakili oleh Dr. Wazidi serta Pengamat Terorisme, Muhammad Nasir.

Dalam Penyampaian Materinya, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad mengatakan Mahasiswa selaku generasi muda rentan terpapar paham radikal perlu dilindungi oleh lingkungan sekitarnya. Kelompok radikal menjadikan generasi muda sebagai sasaran penyebaran paham radikalisme.

Gubernur Provinsi Kalimantan Barat, H Sutarmidji, S.H., M.Hum., Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. Ir. Hamli., yang diwakili oleh Dr. Wazidi serta Pengamat Terorisme, Muhammad Nasir.

Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad menyampaikan, agar generasi muda tidak terpapar oleh paham radikal, mereka harus memahami, mengakui secara sadar sebagai warga negara dan perlu mengetahui konsensus dasar nasional tentang NKRI serta nilai nilai yang terkandung didalamnya. 

Lanjutnya menyampaikan, adapun konsensus dasar tersebut adalah Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD 1945 dan NKRI memiliki hubungan yang terkait dan merupakan kekuatan bangsa yang mengandung nilai-nilai yang mengikat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Konsensus dasar nasional tersebut apabila dipahami secara positif maka bangsa Indonesia akan semakin maju dan kokoh apabila dipahami secara negatif tidak dihayati dan tidak diimplementasikan dan selalu dilemahkan maka NKRI akan hancur.

"Kita sebagai warga negara harus mempertahankan, menjaga serta memelihara hasil perjuangan para pendahulu bangsa yang telah mewariskan Indonesia ini. Dengan memahami dan semangat kebangsaan dengan mengisi kemerdekaan guna mewujudkan tujuan dan cita-cita nasional," tegasnya.
Untuk itu Pangdam XII/Tpr mengajak kepada para generasi muda untuk bangkit melawan berkembangnya paham radikalisme yang dapat merusak kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Mulai sekarang mari kita bangkit, Ayo jadikan diri kita sebagai agen perubahan yang berkarakter, selalu memperkuat nasionalisme dan kewaspadaan nasional untuk menjaga dan merawat Indonesia sebagai Rumah Kita," pungkasnya.(tim liputan)

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini