-->

BREAKING NEWS

BANJIR MELANDA BEBERAPA DESA SEPANJANG JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, SELAIN KARENA AIR PASANG CURAH HUJAN SEMAKIN MEMPERPARAH BANJIR TERSEBUT, SEHINGGA MELUMPUHKAN AKTIFITAS WARGA SEKITAR, MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN, EDDY PRABOWO DIKABARKAN DITANGKAP OLEH KOMISI PEMBERANTASAN KORUPSI (KPK) DALAM OPERASI TANGKAP TANGAN, ARUS KENDARAAN DARI ARAH JEMBATAN KAPUAS 2 MENUJU JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG MACET TOTAL, KEMACETAN HINGGA MENCAPAI 1 KM, BELUM DIKETAHUI PENYEBABNYA HINGGA KINI BELUM ADA KETERANGAN RESMI, KEBAKARAN KEMBALI TERJADI, KALI INI DI KOMPLEK PERTOKOAN DI JL TRANS KALIMANTAN SUNGAI AMBAWANG KAB KUBU RAYA, NQMUN DAPAT SIATASI DWNGAN CEPAT OLEH PEMADAM KEBAKARAN YANG TIBA DWNGAN CEPAT DI TKP, LEMBAGA PENDIDIKAN YARSI PONTIANAK TANDA TANGANI MOU PENERIMAAN MAHASISWA DARI SANTRI BERPRESTASI DAN HAFIZ-HAFIZHOH TANPA TEST, LAKI SIAP DUKUNG PEMERINTAH DALAM PEMBERANTASAN KORUPSI DI KALBAR, BAPILU DPD PDI PERJUANGAN TARGETKAN MENANG 100 PERSEN PILKADA SERENTAK DI KALBAR, PENEMUAN MAYAT DI GG DUNGUN PONTIANAK HEBOHKAN WARGA SEKITAR, HINGGA SAAT INI MAYAT MASIH BERADA DILOKASI KEJADIAN MENUNGGU APARAT KEPOLISIAN MENGEVAKUASI MAYAT TERSEBUT, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

34 Dosen dan Pegawai Sekolah Tinggi Kesehatan YARSI Pontianak datangi Kantor DPD-RI Kalimantan Barat, ini Penyebabnya

Redaksi author photo

Sejumlah Dosen dan Pegawai Sekolah Tinggi Kesehatan YARSI Pontianak di Sekretariat DPD-RI

Pontianak (Kalbar News) - Sebanyak 34 Dosen dan Pegawai Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKes) Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI) Pontianak mendatangi sekretariat DPD-RI Kalimantan Barat, Jumat siang (31/8/2018).


Kedatangan mereka kali ini masih terkait pengaduan yang sebelumnya juga sudah dilakukan oleh para pengajar dan dosen dengan permasalahan serupa, yaitu terkait dualisme kepengurusan Yayasan Rumah Sakit Islam (YARSI) yang kini terjadi di tubuh YARSI.


Perwakilan pengurus YARSI ini membawa serta berkas berkas dan tuntutan kepada DPD sebagai dasar untuk bisa ditindak lanjuti dan diselesaikan segera. Sebab akibat terjadinya kisruh ini menyebabkan ketidak jelasan nasib para pengajar serta berimbas pada minat mahasiswa masuk ke lembaga pendidikan yang di naunginya menurun.

 
Staf Ahli DPD-RI Harry A Daya menerima Rombongan Dosen dan Pegawai STIkes Yarsi (*)
Rombongan diterima oleh Staff Ahli DPD-RI Harry A Daya dan berjanji akan ada upaya membantu penyelesaian masalah ini dengan menjadikan lembaga DPD-RI sebagai penjembatan semua pihak yang berselisih.

"DPD-RI akan menjadi jembatan dan membela  bagi siapa saja yang membutuhkan untuk memperjuangkan kebenaran," jelas Harry A Daya Staf ahli DPD-RI.

Berdasarkan keterangan dari perwakilan pengurus, kisruh di tubuh pengurus STIKes YARSI Pontianak bermula dari pemberhentian ketua STIKes YARSI sebelumnya karena dinilai melanggar aturan. Untuk selanjutnya guna keberlanjutan kepengurusan maka ditunjuklah PLT ketua. Namun belakangan PLT yang bersangkutan itu justru dinilai memaksakan diri menjadi Ketua Defenitif sehingga terjadilah permasalahan ini.

Tak sampai disitu kekisruhan juga semakin diperparah dengan adanya Dualisme Yayasan dengan Akta penetapan versi yang berbeda. Efeknya hal ini berimbas pada nasib sejumlah Dosen dan Pegawai yang oleh Yayasan versi yang berseberangan dipaksa berhenti beraktivitas di Lembaga Pendidikan Tinggi Kesehatan itu sehingga nasib mereka kini semakin tidak jelas. (Mad)

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini