-->

BREAKING NEWS

KEBAKARAN MELANDDUA LOKASI DI KUBU RAYA 2 RUMAH DI JL ADI SUCIPTO KEC SUNGAI RAYA DAN DI PARIT GADO KEC SUNGAI KAKAP KABUPATEN KUBU RAYA, WARGA DIHEBOHKAN DENGAN TEMUAN SESEORANG DITEMUKAN DALAM KEADAAN MENINGGAL DI KAWASAN PARIT BESAR PONTIANAK, HINGGA KINI BELUM DIKETAHUI SIAPA DAN MENINGGAL KARENA APA, BELUM ADA KETERANGAN MENGENAI TEMUAN MAYAT ITU, RUDI HARTONO PEMUDA ASAL KABUPATEN BERHASIL RAIH JUARA II PEMUDA PELOPOR TINGKAT NASIONAL MEMBAWA NAMA KABUPATEN KUBU RAYA DAN PROVINSI KALIMANTAN BARAT, PERINGATI HARI SANTRI MWC NU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG LAKUKAN RAPAT KERJA UNTUK MEMFOKUSKAN KINERJA PENGURUS RANTING YANG BARU SAJA DILANTIK, RAPAT KERJA MWCNU KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG INI DIHADIRI KETU PCNU KAB KUBU RAYA, KH ABDUSSALAM, M.Si, PASANG IKLAN ANDA DI SINI, HARGA DAN KWALITAS IKLAN TERJAMIN SILAHKAN HUBUNGI KAMI DI EMAIL : REDAKSIKALBARNEWS@GMAIL.COM ATAU DI WHATSHAP : 085750113979 - 085245460919

Ibu-ibu di Mega Timur Sui Ambawang tolak anaknya di Vaksin Measles Rubella

Redaksi author photo
Petugas Dinas Kesehatan Kubu Raya berikan Imunisasi di SDN 22 Mega Timur Sui Ambawang

Kubu Raya (Kalbar News) – Sebanyak 22 dari 96 Siswa-Siswi SDN 22 di Desa Mega Timur Kec Sui Ambawang diberikan Vaksin Imunisasi Campak dan Rubela oleh Petugas Dinas Kesehatan Kubu Raya, Selasa pagi (14/8/2018).

Pemberian Vaksin Imunisasi Campak dan Rubela oleh Petugas Dinas Kesehatan Kubu Raya tak berjalan dengan mulus karena banyak orang tua yang memilih pulang dan tidak mengijinkan anaknya mengikuti imunisasi itu.

Masih pro kontranya pemberian Vaksin Imunisasi Measles Rubela atau MR di kalangan masyarakat ternyata juga berdampak pada sebagian warga di Desa Mega Timur Kabupaten Kubu Raya, hal ini terlihat dengan reaksi warga yang kurang merespon dengan baik kedatangan Petugas Dinkes Kubu Raya bersama Petugas Puskesmas Sungai Ambawang walaupun sebelum di lakukan vaksin terlebih dahulu petugas ini melaukan sosialisasi.

Hamisah (35) Salah satu diantara  ibu yang tidak mau anaknya di suntik Vaksin Rubela mengatakan dirinya ingin  berkomunikasi dahulu dengan suami serta akan mengumpulkan info baik dan  buruknya  Imunisasi Vaksin Rubela karena dari pemberitaan yang ada ia menjadi ragu dan takut jika anaknya di suntik.

“Saya mau tanya Suami saya dulu untuk ikut Imunisasi ini, saya takut anak saya jadi korban, seperti yang banyak di beritakan di mana-mana, takut ada efek dari Imunisasi ini,” ujar Hamsiah.

Sementara itu Hidayah (40) warga lainnya yang bersedia anaknya untuk di suntik Vaksin MR mengatakan dirinya tidak mau anaknya menularkan dan tidak mau ditularkan terlebih ketika disuntik anaknya tidak mengalami keluhan sedikit pun  untuk itu.

Hidayah juga berpesan kepada orangtua  lainnya agar tidak takut dan khawatir jika anak-anaknya di Imunisasi Vaksin MR.

Dari 22 Siswa-siswi yang bersedia melakukan Imunisasi ternyata Petrugas hanya bisa melakukan vaksin 20 anak saja. (tha)

Editor : Heri K

Komentar Anda

Berita Terkini