Pemkab Kubu Raya Siapkan Anggaran Penuh Hari Santri Nasional, 1.500 Orang Bakal Hadir

Editor: Redaksi author photo

Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, SE, M.Sos
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya mematangkan persiapan pelaksanaan peringatan Hari Santri Nasional (HSN) yang dijadwalkan berlangsung pada 22 Oktober 2026 di halaman Kantor Bupati Kubu Raya.

Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, SE, M.Sos., mengatakan peringatan Hari Santri Nasional tersebut diprakarsai bersama oleh Rapat Pimpinan Pondok Pesantren (RAPPE SKPP) dan para pimpinan pondok pesantren di Kabupaten Kubu Raya.

Menurut Sujiwo, kegiatan ini diperkirakan dihadiri sekitar 1.500 orang, terdiri dari kurang lebih 1.000 santri yang mengikuti upacara serta sekitar 500 tamu undangan VIP, pihak eksternal, dan jajaran Pemerintah Kabupaten Kubu Raya.

“Persiapan sudah matang. Seluruh anggaran kegiatan ini 100 persen kita tangani melalui APBD Pemerintah Kabupaten Kubu Raya,” ujar Sujiwo.

Ia menegaskan, dukungan anggaran tersebut merupakan bentuk penghargaan dan apresiasi pemerintah daerah terhadap perjuangan para santri, khususnya santri di Kabupaten Kubu Raya.

Sujiwo juga menyebut Kubu Raya memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan pesantren. Tercatat sekitar 100 pondok pesantren telah memiliki izin operasional di wilayah tersebut.

Menurutnya, pondok pesantren merupakan aset daerah yang perlu dijaga, dirawat, dan didukung perkembangannya. Meski pembinaan pesantren menjadi ranah Kementerian Agama, pemerintah daerah tetap memiliki peran penting dalam membantu keberlangsungan dan kemajuan lembaga pendidikan tersebut.

“Kalau tidak kita perhatikan, pondok pesantren bisa mengalami stagnasi. Karena itu, kita harus ikut mendorong agar pesantren terus berkembang,” tegasnya.

Sujiwo turut mengapresiasi sejumlah pondok pesantren yang mulai mengembangkan usaha mandiri, seperti minimarket, biro perjalanan umrah, budidaya ikan, hingga usaha madu.

Ia berharap ke depan semakin banyak pondok pesantren di Kubu Raya yang mampu mengembangkan potensi ekonomi secara mandiri tanpa meninggalkan fungsi utamanya sebagai lembaga pendidikan dan pembinaan umat.

“Harapan kita, pondok-pondok pesantren ini bisa semakin mandiri. Pemerintah daerah akan terus berupaya memberikan perhatian dan dukungan sesuai kemampuan yang ada,” tambahnya.

Sujiwo memastikan, melalui kolaborasi pemerintah daerah, Forum Komunikasi Pimpinan Pondok Pesantren (FKPP), dan para pengelola pesantren, persiapan peringatan Hari Santri Nasional kini memasuki tahap akhir.

Pemerintah Kabupaten Kubu Raya berharap peringatan pada 22 Oktober mendatang tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk memperkuat penghargaan terhadap santri serta mendorong kemajuan pendidikan pesantren di daerah. (Tim Liutan)
Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini