Seminar ini diselenggarakan oleh Pemerintah Republik Rakyat
Tiongkok melalui Ministry of Agriculture and Rural Affairs (MARA), dengan
pelaksanaan yang dikoordinasikan oleh Biogas Institute of Ministry of
Agriculture and Rural Affairs (BIOMA) di Chengdu.
Kegiatan tersebut
menjadi bagian dari upaya memperkuat kerja sama antara Indonesia dan China
dalam pengembangan energi terbarukan, sekaligus membuka peluang pertukaran
pengetahuan mengenai penerapan teknologi energi hijau yang berkelanjutan.
Tidak hanya
berfokus pada pembelajaran di kelas, seminar ini juga memberikan kesempatan
kepada peserta untuk melihat secara langsung implementasi berbagai teknologi
energi hijau melalui kunjungan lapangan (site visit). Materi yang dipelajari
mencakup pengembangan pembangkit listrik tenaga surya, pengolahan sampah
menjadi energi, pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber energi hijau,
hingga pengembangan teknologi penyimpanan energi dan hidrogen.
Sejumlah lokasi
strategis menjadi bagian dari agenda kunjungan tersebut. Di antaranya, proyek
pemanfaatan biogas di Distrik Jingyang, fasilitas pengolahan sampah menjadi
energi di Distrik Xinjin, serta pusat pengembangan teknologi hidrogen dan
material fotovoltaik. Peserta juga dijadwalkan mengunjungi Pembangkit Listrik
Tenaga Surya (PLTS) Shilin di Kunming dan mempelajari pengelolaan sumber daya
air melalui Proyek Konservasi Air Dujiangyan.
Bagi UNTAN,
keikutsertaan ini menjadi peluang untuk memperkaya pengetahuan dan meningkatkan
kompetensi dosen dalam menghadapi perkembangan teknologi energi terbarukan.
Pengalaman serta wawasan yang diperoleh diharapkan dapat memberikan kontribusi
nyata bagi pengembangan pendidikan, penelitian, dan perluasan kerja sama
akademik di bidang energi hijau.
Selain memperkuat
kapasitas sumber daya manusia, partisipasi ini juga sejalan dengan upaya
mendorong transisi menuju penggunaan energi yang lebih bersih dan
berkelanjutan. Langkah tersebut sekaligus mendukung agenda nasional dalam
mewujudkan target Net Zero Emission (NZE), yakni mencapai keseimbangan antara
emisi gas rumah kaca yang dihasilkan dan yang diserap.
