Bupati Sujiwo Soroti Pengelolaan BLUD! Pendapatan Naik, Pelayanan Kesehatan Rakyat Wajib Meningkat

Editor: Redaksi author photo

Bupati Sujiwo Soroti Pengelolaan BLUD! Pendapatan Naik, Pelayanan Kesehatan Rakyat Wajib Meningkat
KALBARNEWS.CO.ID (KUBU RAYA) – Bupati Kubu Raya, H. Sujiwo, menegaskan bahwa peningkatan pendapatan melalui Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) harus berjalan selaras dengan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan Sujiwo saat menghadiri kegiatan bersama tenaga kesehatan. Ia menilai, selama sekitar satu tahun tujuh bulan masa kepemimpinannya, pelayanan kesehatan di Kubu Raya mulai mengalami perubahan secara bertahap. Namun, menurutnya, masih banyak ruang untuk memaksimalkan dan mengoptimalkan kualitas layanan.

Sujiwo secara khusus menyoroti pengelolaan BLUD di Puskesmas dan rumah sakit. Ia meminta Dinas Kesehatan serta Inspektorat Daerah memberikan perhatian melalui pembinaan, pendampingan, dan pengawasan yang memadai.

Menurutnya, pengelolaan BLUD yang tidak diawasi dengan baik berpotensi menimbulkan kebocoran keuangan maupun penyimpangan. Karena itu, tata kelola keuangan harus diperkuat agar fasilitas kesehatan mampu mengelola pendapatan dan penggunaannya secara bertanggung jawab.

Ia menjelaskan, konsep BLUD antara lain bertujuan memberikan fleksibilitas pengelolaan keuangan kepada fasilitas pelayanan kesehatan sekaligus mendorong kemandirian dalam memenuhi kebutuhan operasional.

Namun, Sujiwo mengingatkan bahwa kemandirian keuangan bukanlah tujuan akhir. Hal yang paling utama adalah meningkatnya manfaat pelayanan kesehatan yang dirasakan masyarakat.

“Jangan sampai BLUD-nya meningkat, tetapi pelayanannya masih datar. Kalau pendapatannya meningkat, pelayanan kesehatan juga harus meningkat,” tegasnya.

Sujiwo juga menyoroti kondisi keuangan rumah sakit yang menurut data yang disampaikannya memiliki tingkat kemandirian sekitar 67 persen. Ia membandingkan angka tersebut dengan patokan 80 persen yang disebutnya sebagai kondisi sehat. Dengan capaian tersebut, ia menilai masih diperlukan upaya untuk memperkuat kemandirian rumah sakit agar tidak terus bergantung pada dukungan anggaran APBD.

Ia meminta Kepala Dinas Kesehatan dan Inspektorat memberikan perhatian serius terhadap evaluasi pengelolaan BLUD, termasuk memastikan pendapatan yang diperoleh berbanding lurus dengan mutu pelayanan.

Selain persoalan tata kelola, Sujiwo menyampaikan pesan kepada seluruh tenaga kesehatan agar senantiasa melayani masyarakat dengan tulus, profesional, dan responsif.

Menurutnya, semangat MELAJU yang menjadi visi kepemimpinannya mengandung makna Melayani untuk Maju. Semangat tersebut, kata dia, harus tercermin dalam kecepatan bekerja, ketepatan memberikan pelayanan, serta komitmen untuk tidak menunda pekerjaan.

“Rakyat itu yang harus kita layani. Berikan pelayanan dengan setulus hati dan sebaik-baiknya. Jangan menunda pekerjaan, kita harus bergerak cepat,” pesannya.

Sujiwo juga mengingatkan seluruh pejabat dan aparatur pemerintah bahwa jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.

Ia berharap pembenahan tata kelola BLUD, penguatan pengawasan, dan peningkatan etos kerja tenaga kesehatan dapat berjalan beriringan, sehingga kemandirian keuangan fasilitas kesehatan benar-benar mendukung pelayanan yang lebih baik bagi masyarakat Kubu Raya. (Tim Liputan)

Editor : Aan

Share:
Komentar

Berita Terkini