Tolak Pengibaran Bendera Setengah Tiang, Forkopimcam Seberuang Ajak Warga Tempuh Dialog Soal PETI
KALBARNEWS.CO.ID (KAPUAS HULU) - Menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, isu pengibaran Bendera Merah Putih setengah tiang sebagai bentuk protes aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) memicu pertemuan darurat di Kecamatan Seberuang.
Polsek Seberuang bersama Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Seberuang menggelar musyawarah dengan seluruh kepala desa dan kepala dusun, Kamis di Mapolsek Seberuang.
Rapat dipimpin langsung Kapolsek Seberuang IPDA Agung Herlambang. Hadir Camat Seberuang Fransiskus, Danramil Seberuang Serka Agustiono, serta unsur pemerintahan desa se-Kecamatan Seberuang.
Tolak Kaitkan PETI dengan Bendera Negara
Informasi rencana pengibaran bendera setengah tiang muncul sebagai bentuk protes warga terhadap aktivitas PETI yang dinilai merusak lingkungan.
Kapolsek menegaskan, persoalan PETI tidak boleh dicampuradukkan dengan penghinaan terhadap simbol negara.
"Silakan sampaikan aspirasi dan keluhan terkait PETI. Tapi tempuh jalur audiensi dan dialog agar dicari solusi bersama. Pengibaran bendera setengah tiang menjelang 17 Agustus bukan cara yang tepat," ujar IPDA Agung.
Ia juga memperingatkan akan ada penegakan hukum jika masih ditemukan aktivitas PETI di wilayah hukumnya.
Camat Seberuang Fransiskus menyebut, pemerintah kecamatan bersama Forkopimcam sudah berulang kali melakukan upaya penanganan PETI. Ia meminta para kepala desa dan kepala dusun aktif mengedukasi warga agar menghentikan aktivitas tambang ilegal itu.
"Kami juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pengibaran Bendera Merah Putih setengah tiang. Mari kita hormati momentum kemerdekaan," katanya.
Senada, Danramil Seberuang Serka Agustiono menekankan pentingnya menjaga persatuan. Ia meminta bendera tetap dikibarkan satu tiang penuh sesuai aturan.
"Jaga persatuan, hormati simbol negara. Para kades dan kadus tolong terus lakukan sosialisasi ke masyarakat," ucapnya.
Dalam forum tersebut, para kepala desa menyampaikan dampak PETI terhadap lingkungan dan kondisi sosial ekonomi warga.
1.Menolak aktivitas PETIdi wilayah Kecamatan Seberuang
2.Menolak segala bentuk provokasi terkait rencana pengibaran bendera setengah tiang
3.Menjaga kondusivitas kamtibmas menjelang HUT RI
4.Memperkuat komunikasi antara instansi, pemerintah desa, dan masyarakat
5.Menolak penyebaran informasi yang berpotensi memecah persatuan
Usai musyawarah, Forkopimcam Seberuang langsung turun mengecek aliran Sungai Seberuang. Pengecekan di Dusun Sungai Antu, Desa Bekuan, tidak menemukan aktivitas PETI. Kondisi air sungai masih keruh, namun petugas menyebut sudah ada perubahan dibanding sebelumnya.
Forkopimcam berharap sinergi Polri, TNI, pemerintah kecamatan, desa, dan masyarakat terus diperkuat agar situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif, sekaligus mendukung penanganan PETI sesuai hukum yang berlaku.
Peringatan HUT ke-81 RI tinggal beberapa hari lagi. Aparat berharap tidak ada lagi aksi yang mencederai kehormatan bendera negara.(Dulhadi)
Editor : aan